KaMedia – Di sebuah sudut rumah sederhana, Bapak Sutarno menatap langit-langit yang kini tak lagi bocor. Dinding yang dulu retak telah berdiri kokoh. Dapur yang sempat lapuk kini rapi dan bersih. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya renovasi rumah. Namun bagi Sutarno, ini adalah bukti bahwa pengabdian puluhan tahun tak pernah dilupakan.
Puluhan tahun silam, Sutarno adalah bagian dari denyut nadi kelistrikan negeri. Ia bekerja dalam senyap, memastikan listrik tetap menyala, menjaga sistem tetap andal, agar jutaan rumah di Indonesia tak pernah kehilangan cahaya. Kini, di masa purna bakti, cahaya itu seakan kembali pulang kepadanya.
Melalui Program Bedah Rumah Sehat, PLN Nusantara Power (PLN NP) menghadirkan hunian yang lebih layak bagi Sutarno, pensiunan Kantor Pusat PLN NP Surabaya. Program ini menjadi wujud penghormatan bagi para “pahlawan kelistrikan”, mereka yang mengabdikan hidupnya demi menjaga energi bangsa tetap menyala.
Sebelum direnovasi, rumah Sutarno berada dalam kondisi memprihatinkan. Atap bocor saat hujan turun, plafon rusak, dinding lapuk, serta dapur dan kamar mandi yang tak lagi layak. Kondisi itu tentu jauh dari kata aman dan nyaman untuk dinikmati di masa pensiun.
Renovasi dimulai pada 15 Desember 2025. Perlahan, bagian demi bagian rumah diperbaiki. Bukan sekadar mengganti genteng atau mengecat ulang tembok, tetapi membangun kembali rasa aman dan martabat hidup yang layak. Pada 11 Februari 2026, rumah tersebut resmi diserahterimakan dalam suasana haru dan penuh kekeluargaan.
Program ini lahir dari sinergi antara Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IK PLN), LAZIS PLN NP, dan CSR PLN NP. Kolaborasi itu menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi denyut utama keluarga besar PLN.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN NP, TB Ari Wibawa Mukti, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas sosial.
“Program Bedah Rumah Sehat ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, tetapi menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan martabat hidup yang layak bagi para purna bakti. Kami meyakini bahwa capaian PLN Nusantara Power hari ini tidak lepas dari dedikasi para pendahulu,” ujarnya.
Bagi PLN NP, para pensiunan bukanlah bagian dari masa lalu, melainkan fondasi yang membuat perusahaan berdiri kokoh hari ini. Sejak 2021, sebanyak 39 rumah pensiunan telah direnovasi. Pada 2026, perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 10 rumah tambahan.
Sutarno, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa syukurnya. Rumah yang kini lebih sehat dan nyaman menjadi hadiah berharga di masa pensiun. Di tempat itulah ia akan menghabiskan hari-hari bersama keluarga, tanpa lagi khawatir saat hujan turun atau dinding rapuh yang mengancam keselamatan.











