KaMedia – BPBD Jatim terus berinovasi dalam upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Bencana yang terjadi menurut Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto adalah bentuk dari ketidakseimbangan tersebut. Karenanya BPBD Jatim perlu untuk membuat wahana yang mencerminkan keseimbangan alam baik flora maupun fauna dengan menghadirkan Mini Zoo.
“‘Kita tahu bahwa BPBD itu adalah lembaga yang memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di sini ada Tempina yang dikunjungi oleh anak-anak TK maupun SD, karena itu sekalian kita mengenalkan anak – anak untuk mencintai alam ” ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Gatot juga menambahkan bahwa pada prisipnya BPBD selalu mengedepankan layanan. Tidak hanya sebatas memberi pertolongan kepada korban bencana, namun juga bisa mengedukasimasyarakat yang ingin mengenal BPBD secara lebih mendalam.
” Pada prinsipnya kita ingin memberi yang terbaik bagi masyarakat. Misal bagi para pengunjung pusat pembelajaran bencana. Para orang tua bisa menunggu sambil menikmati Mini Zoo sehingga tidak jenuh. Di Mini Zoo mereka juga bisa membaca karena kita siapkan taman baca dan juga minum kopi gratis ” lanjut Gatot Soebroto.
Sementara Pengelola Mini Zoo BPBD Jatim Basuki menyampaikan kehadiran Mini Zoo tersebut bukan instant. Konsepnya sudah ada sejak 2022, namun baru bisa terealisasi 2025.
” Dulu taman ini kosong. Nah waktu dibangun kolam muncul ide untuk juga membuat kandang burung dan terus berkembang seperti saat ini ” ujar Basuki.
Dalam pengelolaan mini zoo tersebut BPBD mempunyai berbagai jenis satwa yang disukai anak – anak dan tidak menakutkan. Seperti rusa, kura-kura, kelinci, landak, merak dan aneka satwa yang jinak.
” Saat ini koleksinya cukup dari berbagai jenis seperti unggas, reptil dan aneka jenis ikan. Ini bagian dari pembelajaran untuk mengenakan alam pada anak – anak ” lanjut Basuki
Tidak hanya hewan, Mini Zoo BPBD juga dilengkapi dengan aneka tanaman buah langka. Sekretaris BPBD Jatim Andhika menuturkan bahwa tanaman buah tersebut sengaja didatangkan agar juga bisa dikenal oleh masyarakat Mereka juga bisa belajar untuk mengembangkan dan ikut mencintai alam.
” Ya ini bagian dari edukasi bagaimana menjaga alam dengan memelihara tanaman ” kata Andhika.
Saat ini lebih dari 10 koleksi tanaman buah langka yang ada di halaman BPBD Jatim, menyatu dengan Mini Zoo. Selain memberi edukasi, tanaman tersebut juga bisa menghadirkan udara bersih di area BPBD Jatim yang berada ditepi jalan utama lintas Sidoarjo – Surabaya
” Ada banyak tanamaj buah langka seperti pohon durian bawor, kelengkeng merah, alpokat, mangga merah, sawo hingga nangka madu. Selain untuk. edukasi juga membuat udara bersih ” pungkas Andhika











