HeadlineKesehatanSurabaya

Wujud Apresiasi Kemanusiaan, PMI Surabaya Beri Penghargaan 425 Pendonor Darah 50 Kali

×

Wujud Apresiasi Kemanusiaan, PMI Surabaya Beri Penghargaan 425 Pendonor Darah 50 Kali

Sebarkan artikel ini
Ketua PMI Kota Surabaya, Lilik Arijanto ( kiri ) bersama Ketua Harian sekaligus Wakil Ketua PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat (kanan) menghadiri HUT ke 81 PMI dan pemberian penghargaan kepada ratusan pendonor 50 kali di Graha Sawunggaling Surabaya / Foto : Hermawan.

KaMedia – Dedikasi ratusan warga Surabaya dalam menyumbangkan darah mendapat apresiasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya. Sebanyak 425 pendonor yang telah menyumbangkan darah sebanyak 50 kali menerima penghargaan dan piagam apresiasi dalam momentum HUT ke-81 PMI.

Ketua PMI Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk terima kasih atas konsistensi para pendonor yang selama ini ikut menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat.

” Setetes darah sangat bermanfaat untuk masyarakat Kota Surabaya. Kehadiran para pendonor yang konsisten hingga 50 kali ini adalah wujud dedikasi yang luar biasa. Pemberian piagam ini adalah cara kami menunjukkan rasa terima kasih, walau sejatinya tak sebanding dengan jasa mereka,” ujar Lilik.

Menurut PMI Surabaya, kebutuhan darah di Kota Surabaya rata-rata mencapai 12.000 kantong per bulan, dengan kebutuhan harian sekitar 300 hingga 400 pendonor. Jumlah tersebut dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit di Surabaya.

Bahkan, pengelolaan stok darah yang terjaga memungkinkan PMI Surabaya menyalurkan bantuan ke daerah lain di luar Jawa, terutama wilayah Indonesia Timur.

Namun, tingginya antusiasme warga untuk berdonor tetap harus diimbangi dengan pengaturan stok. Ketua Harian sekaligus Wakil Ketua PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, mengatakan jumlah pendonor sebenarnya berpotensi melampaui kebutuhan bulanan.

” Sebenarnya animo masyarakat Surabaya ini sangat tinggi, bahkan lebih dari 12.000 pendonor. Tapi karena kebutuhannya ada di angka 12.000, kita jaga ritmenya. Kalau berlebihan, darahnya nanti malah terbuang dan sia-sia,” kata Taufik.

Ia menyebut tingginya partisipasi warga tak lepas dari kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Kota Pahlawan.

Selain menjaga stok secara umum, PMI Surabaya juga menyiapkan jaringan pendonor untuk golongan darah yang tergolong sulit diperoleh. Data para pendonor tersebut terus dipelihara agar dapat segera dihubungi ketika kebutuhan mendesak muncul.

” Untuk golongan darah yang sulit, kami jaga dan rawat data pendonornya. Sewaktu-waktu ada pasien atau rumah sakit yang membutuhkan, mereka siap kita panggil (on-call) dan langsung datang,” jelasnya.

Dari 425 penerima penghargaan donor darah ke-50 tahun ini, Kecamatan Gubeng tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pendonor terbanyak.

Momentum HUT ke-81 PMI diharapkan menjadi pengingat bahwa donor darah bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi bagian penting dari upaya menyelamatkan nyawa.

PMI Surabaya pun mengajak semangat kepedulian dan gotong royong warga terus dijaga agar ketersediaan darah tetap aman, terukur, dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.