KaMedia – Masih ada sekolah di Sidoarjo yang diduga mengabaikan peringatan Bupati Sidoarjo Subandi soal pelaksanaan outdoor learning (ODL). Sejumlah kegiatan ODL bahkan diadukan langsung kepada bupati setelah para wali murid mengeluhkan biaya yang dinilai memberatkan.
Keluhan itu muncul karena sejumlah sekolah menggelar kegiatan belajar di luar ruang hingga ke luar kota dengan biaya mencapai jutaan rupiah. Salah satunya, kegiatan ODL yang disebut menarik biaya hingga Rp1,2 juta untuk perjalanan ke destinasi wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bupati Subandi pun meminta sekolah menghentikan praktik memaksakan kegiatan yang membebani orang tua siswa.
” Saya ingatkan mulai dari kepala sekolah. Jangan memaksakan ODL yang memberatkan para wali murid. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan. Segera lakukan evaluasi,” ujar Bupati Subandi, Jumat (18/9/2026).
Acara tersebut dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
Subandi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo segera mengevaluasi pelaksanaan ODL di sejumlah sekolah, baik jenjang SD maupun SMP, negeri maupun swasta. Evaluasi tersebut juga diminta ditindaklanjuti Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman.
Bupati menyoroti adanya laporan sekolah yang membebankan biaya ODL hingga Rp1,2 juta per siswa. Kegiatan tersebut disebut berlangsung di wilayah Yogyakarta dan memicu keberatan dari wali murid
Menurut Subandi, kegiatan pembelajaran di luar sekolah tetap penting, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga siswa. ODL, kata dia, semestinya memberikan pengalaman belajar sekaligus manfaat bagi siswa, bukan justru menambah beban pengeluaran orang tua.
” Saya minta mulai dari kepala sekolah jangan memaksakan ODL yang memberatkan para wali murid. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi,” tegas Subandi.
Subandi menegaskan, ODL tidak harus digelar jauh dari Sidoarjo. Jika perjalanan ke luar daerah membuat biaya membengkak, sekolah diminta memilih lokasi yang lebih dekat dengan tetap menjaga tujuan pembelajaran
” Kalau ODL memberatkan Bapak-Ibu wali murid, lebih baik ODL tidak usah jauh-jauh. Sudah ODL di alun-alun atau di destinasi wisata yang ada di Sidoarjo saja,” tandasnya.
Bupati juga mencontohkan laporan wali murid terkait ODL siswa SMP ke Malang. Kegiatan selama dua hari tersebut disebut membutuhkan biaya lebih dari Rp1 juta.
” Acara di Malang, ODL anak SMP, dikenakan satu juta berapa, dua hari. Ini tidak boleh,” tegasnya.
Karena itu, Subandi meminta Disdikbud Sidoarjo bersama jajaran sekolah segera menindaklanjuti evaluasi tersebut. Pelaksanaan kegiatan sekolah harus tetap berjalan sesuai ketentuan, tetapi kondisi ekonomi wali murid tidak boleh diabaikan.
” Kondisi ekonomi seperti ini. Mari kita lihat dampaknya yang dirasakan masyarakat. Jangan sebentar-sebentar ODL, ternyata masih ada warga yang komplain,” tegas Subandi.
Selain persoalan biaya kegiatan, Subandi juga menyoroti penggunaan jasa transportasi dalam kegiatan OD. Ia meminta sekolah memberikan kesempatan yang terbuka dalam pemilihan penyedia kendaraan. Sekolah tidak perlu terpaku pada penyedia bus tertentu selama kendaraan yang digunakan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan.
” Masyarakat Sidoarjo banyak yang punya bus. Pakai itu kalau busnya bagus. Tidak usah ada intervensi bus dan yang lainnya,” ujarnya.











