HeadlineSurabaya

Hari Anak Nasional 2025, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Hak Kesehatan Anak

×

Hari Anak Nasional 2025, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Hak Kesehatan Anak

Sebarkan artikel ini
Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M. Kes. / Foto : Hermawan.

KaMedia – DPRD Kota Surabaya mempunyai catatan kritis dalam momentum Hari Anak Nasional ( HAN ). Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M. Kes legislator dari PSI yang duduk di Komisi D menilai bahwa kondisi saat ini banyak anak – anak yang harus mendapatkan perhatian serius ditengah kondisi ekonomi yang berat.

Mereka terkena imbanya ketika orang tua terkena PHK atau menghadapi kesulitan ekonomi, maka anak akan menjadi sasaran amarah.

” Pada saat perekonomian di Surabaya ini agak lesu, banyaknya PHK, banyak masalah perekonomian, maka istri dan anak-anak akan menjadi sasaran. Kondisi ini harus mendapatkan perhatian dari pemerintah karena berujung pada kekerasan kepada anak ” ujar nya.

Dr. Michael yang juga seorang praktisi kesehatan menilai bahwa kondisi tersebut akan berdampak. pada psikologi anak, karenanya momentum HAN bisa menjadi jembatan bagi Pemkot Surabaya
untuk mencarikan solusinya

” Perlu kiranya Pemkot Surabaya menyediakan link khusus bagi layanan psikologi anak yang mengalami tekanan. Karena saya yakin semua anak mempunyai gadget sehingga bisa curhat tentang kondisinya lewat link khusus layanan psikologi anak ” papar Dr. Michael.

Catatan lain yang disampaikan Legislator PSI ini adalah kesehatan anak. Pencanangan kesehatan untuk anak dari tingkat pusat hingga daerah membawa konsekwensi bahwa harus dijalankan tidak sekedar slogan. Dr. Michael menyampaikan bahwa pemantauan kesehatan anak harus bisa disinergikan dengan MBG. Selain itu juga harus ada monitoring dan evaluasi setiap 3 bulan, sehingga program layanan kesehatan untuk anak bisa berjalan maksimal.

” MBG itu bisa berhasil bila ada before and after. Jadi sebelum dimasukkan program itu harus ada status gizi anak itu melibatkan ahli gizi anak setelah itu mbg tidak diberikan seterusnya tapi ada evaluasinya tiap 3 bulan atau triwulan ” lanjutnya.

Dr Michael juga berharap program MBG mempunyai skala prioritas, dimana sekolah yang banyak siswa keluarga tidak mampu diutamakan. Sehingga program MBG benar bermanfaat dan tidak terputus ditengah jalan.

Hak anak lain yang juga menjadi prioritas untuk disegerakan adalah kelengkapan vaksinasi. Menurut anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini, Pemkot Surabaya perlu untuk melakukan tracking terhadap anak – anak, apakah vaksinasi yang mereka terima sudah lengkap atau belum karena hal ini terkait erat dengan masa depan kesehatan anak.

” Usulan saya di hari anak ini harus ada tracking. Tracking itu artinya dari jumlah penduduk yang ada di jangkauan di Puskesmas itu berapa anak-anak yang dilahirkan belum terimunisasi, kalau memang pemerintah kota sudah berhasil di covid yang lalu dengan tracking yang begitu bagus Kenapa sih imunisasi tidak ada tracking. Kenapa imunisasi pertama bisa imunisasi kedua bisa imunisasi ketiga hilang. Karenanya perlu untuk tracking memastikan kelengkapan imunisasi anak ” papar Dr. Michael Leksodimulyo.

Sektor lain yang dicermati Komisi D dalam momentum. HAN 2025 adalah pendidikan. Kebijakan pemerintah menerapkan sistem domisili dalam. SPMB perlu didukung. Hal ini tidak hanya bisa memberi peluang dan manfaat bagi warga sekitar sekolah, namun juga bisa meningkatkan derajad kesehatan anak – anak. Mereka bisa tumbuh, sehat jiwa dan mentalnya sebagai calon generasi emas Indonesia.

” Mengapa domisili ini diterapkan di Surabaya ternyata salah satunya adalah mengikuti negara-negara yang lebih maju, bahwa domisili ini akan memperkuat sistem pemerataan pendidikan di daerah. Kalau sudah domisili artinya rumah anak dengan sekolah itu tidak jauh. Dengan tradisi yang tidak jauh, kita bisa melihat negara yang maju itu anak-anaknya itu tidak diantar naik mobil. Biarkan anak-anak ini bisa bersama-sama berangkat ke sekolah, terkena sinar matahari sehingga bisa sehat tulangnya. Dan sampai di sekolah dengan selamat. Kalau itu yang terjadi, kita sudah mengarahnya ke yang namanya kota ramah artinya anak-anak ini tidak takut kecopetan, tidak takut kecelakaan  dan lain sebagainya” lanjut Dr Michael.

” Saya punya mimpi, di kota tempat kelahiran saya anak-anak Surabaya bisa sehat punya akhlak Bisa sopan santun dan menghargai tata krama. Dan inilah potrer anak Indonesia yang bisa dicapai lewat Hari Anak Nasional ” pungkas Dr Michael Leksodimulyo, Legislator PSI yanh duduk di Komisi D DPRD Kota Surabaya.