KaMedia – Ambisi besar Persebaya Surabaya untuk mencuri poin di markas Persija Jakarta akhirnya runtuh berkeping-keping. Bermain di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026), Bajul Ijo harus pulang dengan kepala tertunduk usai takluk tipis 0-1 dari Macan Kemayoran dalam lanjutan pekan kesembilan Super League 2026/2027.
Alih-alih tampil tajam sebagai tim tamu yang berbahaya, lini serang Persebaya justru tampil tumpul dan antiklimaks, terutama lewat buang-buang peluang emas yang dilakukan oleh Ramadhan Sananta.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persija langsung tancap gas mengambil inisiatif serangan. Skuad Macan Kemayoran menggempur habis-habisan lini pertahanan Persebaya.
Sebaliknya, anak asuh Bernardo Tavares justru memilih bermain sabar, tiarap, dan hanya mengandalkan skema serangan balik. Strategi parkir dan menunggu ini sebenarnya sempat beberapa kali menciptakan celah berbahaya, terutama melalui kreativitas Francisco Rivera yang aktif membuka ruang dari sisi kanan lapangan.
Namun, ketajaman Bajul Ijo mendadak sirna ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Akurasi umpan yang menurun drastis di babak kedua membuat Persebaya benar-benar kehilangan taring.
Sorotan tajam pantas diarahkan kepada Ramadhan Sananta. Mantan penyerang timnas ini tampil mengecewakan setelah membuang deretan peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga.
Sananta gagal memanfaatkan umpan lambung matang karena arah bola terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Persija, Nadeo Argawinata.
Mendapat sodoran terobosan matang dari Miguel Pereira dalam situasi one-on-one, sepakan Sananta secara memalukan berhasil dimentahkan Nadeo.
Kegagalan-kegagalan krusial ini menjadi bumerang bagi Bajul Ijo. Mentalitas lini belakang yang terus digempur akhirnya jebol juga.
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Persija semakin menggila. Kombinasi umpan pendek dan crossing tajam terus menghujani lini pertahanan Persebaya yang dikawal Reza Arya.
Kebuntuan akhirnya pecah pada paruh babak kedua. Adalah Ivan Mamut yang sukses menjadi algojo pemusnah. Berawal dari tendangan akrobatik spektakuler yang sempat dimentahkan, penyerang tajam Persija tersebut dengan cepat membaca arah bola rebound dan menyelesaikannya dengan dingin menjadi gol. Gawang Reza Arya jebol, JIS pun bergemuruh.
Tertinggal satu gol, Persebaya mencoba merespons di sisa waktu normal hingga tambahan waktu injury time selama empat menit. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, aliran serangan Bajul Ijo terlampau kusut dan mudah dipatahkan.
Skor 1-0 untuk kemenangan Persija bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Tiga poin mutlak diamankan Macan Kemayoran, sementara Persebaya dipaksa merenungi tumpulnya lini depan dan rapuhnya konsistensi mereka di kandang lawan











