EkonomiHeadlineJatim

PLN Perkuat Efisiensi Jaringan, Implementasi OMP di Bangkalan Capai 100 Persen

×

PLN Perkuat Efisiensi Jaringan, Implementasi OMP di Bangkalan Capai 100 Persen

Sebarkan artikel ini
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, meninjau perangkat kelistrikan dalam rangka implementasi Pilot Project Online Monitoring Performance (OMP) di ULP Bangkalan. / Foto : PLN UID Jatim.

KaMedia – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperkuat efisiensi pengelolaan jaringan listrik melalui implementasi Online Monitoring Performance (OMP) di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan.

Program ini menjadi bagian dari transformasi digital PLN untuk meningkatkan akurasi pemantauan jaringan, memetakan susut energi listrik, sekaligus mempercepat tindak lanjut perbaikan di lapangan.

Dalam pembahasan Pilot Project OMP, PLN mengevaluasi perkembangan implementasi sistem sekaligus memperkuat langkah tindak lanjut agar pemanfaatan data dapat memberikan dampak nyata terhadap operasional jaringan dan kualitas layanan pelanggan.

OMP memungkinkan PLN memantau data kelistrikan pada jaringan hingga pelanggan secara lebih terukur. Data tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi susut energi dan menentukan langkah perbaikan secara lebih tepat sasaran.

Dari sisi implementasi, pemasangan fisik OMP pada Penyulang Martadinata telah mencapai 100 persen. Sementara itu, pemasangan Data Concentrator Unit (DCU) pada Penyulang Maduratex juga telah rampung 100 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari tahapan pengembangan OMP di ULP Bangkalan yang masih terus dievaluasi dan disempurnakan, terutama dalam memastikan data yang dihasilkan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pengelolaan jaringan.

Pemanfaatan data OMP juga mulai diarahkan sebagai basis evaluasi kondisi jaringan dan penentuan tindak lanjut di lapangan. Sejumlah langkah dilakukan, antara lain penyeimbangan beban dan perbaikan jaringan tegangan rendah, untuk mendukung kualitas tegangan dan menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan.

General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho menegaskan, digitalisasi tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.

” OMP menjadi salah satu upaya kami untuk membangun pengelolaan jaringan berbasis digital. Dengan data yang lebih akurat, langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga pada akhirnya mendukung efisiensi, keandalan, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Eric.

Menurut Eric, keberlanjutan implementasi menjadi kunci agar manfaat OMP tidak berhenti pada tahap pembangunan sistem. Karena itu, PLN terus memperkuat tim operasi dan pemeliharaan (O&M), mulai dari memastikan kesiapan perangkat, menjaga keandalan komunikasi data, hingga melakukan analisis dan validasi susut secara berkelanjutan.

Penyesuaian perangkat juga diperlukan ketika terjadi perubahan konfigurasi jaringan maupun perkembangan jumlah pelanggan.

” Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, semangat pengabdian dan tanggung jawab menjadi nilai yang terus kami jaga. Bagi PLN, semangat tersebut diwujudkan melalui upaya perbaikan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kerja bersama untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin efisien dan andal bagi masyarakat,” kata Eric.

Melalui optimalisasi OMP, PLN UID Jawa Timur mendorong digitalisasi tidak sekadar sebagai modernisasi perangkat, tetapi sebagai instrumen untuk menghasilkan data yang akurat, memperkuat pengambilan keputusan, dan mempercepat perbaikan jaringan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan PLN dalam menjaga efisiensi dan keandalan sistem distribusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.