KaMedia – Dalam rangka Dies Natalis Ke – 61 Universitas Negeri Surabaya ( Unesa ) dan mendukung Program Diktisaintek Berdampak, Kampus ‘Rumah Para Juara’ menggelar Media Briefing pra-acara rangkaian Public Talk Chess Sport Science dan Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 2025. Kegiatan berlangsung di Auditorium Basket Lantai 1 Dekanat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) pada Jumat, 28 / 11 / 2025.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang Kompetisi, tetapi juga momentum untuk menegaskan marwah serta keunggulan Unesa di Bidang Olahraga. Menurutnya, salah satu Cabang Olahraga yang perlu diangkat dan ditonjolkan adalah Catur.
“Turnamen ini untuk pertama kalinya digelar di Unesa dan akan menjadi tahunan. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari event-event sebelumnya ” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap penyelenggaraan kegiatan Olahraga di Unesa berbasis Sport Science. Karena itu, Turnamen ini dilengkapi dengan kajian Cognitive science untuk melihat bagaimana pola kerja otak atlet catur dibandingkan dengan Atlet Cabang lain seperti Tenis , Voli , atau Basket.
“Nanti ada pakar Neurosains yang akan mengupas dari perspektif Ilmu Kognitif. Kami ingin mengangkat Catur ini sebagai Cabang Olahraga yang benar-benar naik kelas,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Media Briefing menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan untuk menyatukan persepsi, memperkuat Komunikasi Publik, serta mengoptimalkan publikasi agar nilai Akademik dan Sport Science dari event ini tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, pakar Neurosains Aditya Tri Hernowo memberikan gambaran awal mengenai perspektif ilmiah yang akan dibahas lebih mendalam pada sesi Talkshow. Ia menjelaskan bahwa Catur bukan sekadar permainan, melainkan aktivitas yang mampu memicu perubahan nyata pada otak.
“Secara sederhana, otak itu berisi jaringan saraf seperti kabel-kabel, dan ketika seseorang berlatih Catur secara kontinu, jaringan itu ikut berubah,” ungkapnya
Dekan FIKK Unesa , Irmantara Subagio , menyampaikan bahwa fakultasnya siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Turnamen Catur berskala Nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana yang disiapkan sudah representatif untuk kebutuhan pertandingan Catur, termasuk fasilitas pendukung bagi penonton.
“Kalau diperlukan, kami juga bisa menyiapkan layar agar pertandingan dapat disaksikan dengan lebih nyaman. Ke depan, fasilitas ini akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Irmantara berharap Unesa dapat menjadi salah satu rujukan utama untuk penyelenggaraan Olahraga Catur di Indonesia.











