KaMedia – Tak ada lagi ruang untuk berhitung. Tak ada tempat untuk bermain aman. Satu-satunya jalan bagi Celebest FC adalah menang.
Rabu sore (16/6/2026), Stadion Sriwedari Solo akan menjadi arena pertaruhan nasib bagi juara Piala Gubernur Sulawesi Tengah itu saat menghadapi Wamena United, Papua Pegunungan, pada laga terakhir Grup U Liga 4 Piala Presiden 2025/2026. Bagi Celebest, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah duel hidup-mati menuju babak 16 besar.
Secara matematis, hasil imbang sebenarnya masih bisa membuka peluang lolos. Namun, kubu Celebest menolak bergantung pada kalkulasi yang bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kami tidak mau spekulasi. Kemenangan harus kami raih atas Wamena. Semoga usaha dan doa yang dilakukan diridai Allah untuk bisa memenangkan pertandingan,” tegas Pelatih Celebest, Lukman Masiara.
Pernyataan itu menunjukkan mentalitas yang sedang dibangun Celebest. Mereka tidak ingin nasib ditentukan hasil pertandingan lain. Mereka ingin menjadi penentu takdirnya sendiri.
“Setiap pertandingan ibarat final bagi Celebest. Jadi, kami harus bisa menang untuk menentukan nasib sendiri bisa lolos babak 16 besar,” lanjut pelatih asal Palu tersebut.
Optimisme Celebest juga mendapat suntikan tenaga baru. Dua pemain kunci, Gilbert Mawei dan Damar Awaleng, dipastikan kembali memperkuat tim. Absennya kedua pemain PON Sulteng 2024 itu saat ditahan imbang Persebi Boyolali menjadi salah satu faktor yang membuat performa tim kurang maksimal. Kini, dengan skuad terbaik yang kembali lengkap, Celebest siap bertarung habis-habisan.
“Hasil imbang melawan Persebi memberikan banyak pelajaran. Semoga tidak terulang dan kemenangan bisa diraih Celebest atas Wamena United,” ujar Manajer Celebest, Ahmadi Buraera.
Persaingan di Grup U memang masih membara. Celebest dan Wamena United sama-sama mengoleksi empat poin dari dua laga. Namun, Wamena berada di atas karena unggul produktivitas gol. Sementara itu, Persebi Boyolali yang mengantongi dua poin masih mengintai dan berpotensi mencuri tiket lolos jika dua rivalnya terpeleset.
Artinya, satu kesalahan kecil bisa berujung petaka. Sebaliknya, satu kemenangan akan mengantar Celebest melangkah dengan kepala tegak.
Di Sriwedari sore nanti, tak ada istilah bermain aman. Bagi Celebest FC, menang adalah harga mati.








