HeadlineJatimPolitik

Debat Perdana Srikandi Pilgub Jatim 2024 Digelar KPU Jatim Malam ini !

×

Debat Perdana Srikandi Pilgub Jatim 2024 Digelar KPU Jatim Malam ini !

Sebarkan artikel ini

KaMedia – KPU Jawa Timur hari ini ( Jumat, 18 /10/2024) akan menggelar Debat Pilgub Perdana yang akan berlangsung di Graha Unesa Surabaya. Nur Salam Komisioner KPU Jatim Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan bahwa persiapan sudah 100 persen untuk menyuguhkan debat yang edukatif bagi masyarakat.

Dalam debat perdana tersebut menurut Nur Salam, akan ada 6 tema yang diusung yang akan disuguhkan menjadi debat yang menarik dan tampil beda dengan debat yang pernah ada.

” Akan ada 6 tema dalam debat perdana nanti Dan nanti debat akan kita buat menarik serta edukatif. Agar masyarakat nanti bisa terpandu untuk memberikan suaranya dalam pilgub 2024 ” ujar Nur Salam.

Komisioner KPU asal Magetan tersebut juga menyampaikan hal yang tabu dan dilarang dalan debat yaitu menyerang personal. Selain itu dalam debat yang berlangsung juga diharamkan menyela paslon lain saat menyampaikan jawaban.

” Debat nanti juga tidak boleh menyerang privasi atau personalnya dan sebagainya. Itu normatif sama sesuai yang lain selanjutnya untuk pendukung tentu tidak boleh menyerang dan sebagainya “lanjut Nur Salam.

Terhadap para pendukung yang hadir dalam ruang debat, Nur Salam juga menyampaikan rambu – rambu dukungan agar tidak liar. Para pendukung diberikan waktu tersendiri dalam meneriakan yel dukungan, selain itu mereka juga tidak boleh membawa atribut berupa benda keras. Nantinya petugas akan memeriksa pendukung sebelum memasuki ruang debat.

” Pendukung yang masuk ke ruang debat tidak boleh membawa atribut selain yang melekat di tubuhnya. Kami juga alokasikan waktu khusus untuk mereka meneriakkan memberikan semangatnya kepada masing-masing paslon termasuk kami sediakan hiburan agar tidak jenuh saat break 6 menit ” ujar Nur Salam

Sementara terkait sektor pengamanan. Nur Salam menyampaikan bahwa akan ada 1000 personil Polri yang diturunkan. Pengamanan meliputi dalam ruang debat dan area sekitar Graha Unesa. Meski didalam ruang debat jumlah pendukung tiap paslon dibatasi maksimal 160 orang, namun diluar area diperkirakan akan ada ribuan pendukung yang hadir dalam debat perdana tersebut.

Terkait dengan panelis, Nur Salam memastikan semuanya dari kalangan kampus atau akademisi. Ini dilakukan KPU untuk menjaga netralitas serta obyektifitas debat.

“Seluruh panelis berasal dari kalangan akademisi,” ungkapnya

Para panelis yang akan menguji visi, misi, dan program kerja para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah Ahli Pendidikan Agama – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel, Achmad Muhibbin Zuhri, Ahli Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura, Muhammad Syarif, Ahli Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Adhitya Wardhono, Ahli Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Sasongko Budisusetyo, Ahli Sosiologi Ekonomi dan Kelembagaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Ahmad Imron Rozuli, Ahli Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma’arif Hasyim Latif Sidoarjo, Hidayatullah, dan Ahli Pendidikan Bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Rina Wahyu Setyaningrum.

Hal terakhir yang dipaparkan KPU Jatim terkait pelaksanaan debat perdana adalah tema yang berimplikasi pada kostum yang dikenalan paslon. Nur Salam menyampaikan temanya adalah intergrasi keanekaragaman budaya Jawa Timur, sehingga nantinya para paslon harus mengenakan pakaian adat Jawa Timur. Termasuk juga para Komisioner KPU Jawa Timur.

” Tema besar kita dalam Pilgub Jatim itu integrasi keanekaragaman budaya di Jawa Timur. Kenapa, bahwa Jawa Timur itu beragam ada Pantura, ada Madura, ada Matraman, ada Arek, Pandalungan dan sebagainya, yang itu punya kultur masing-masing. Nah itu yang kita ambil bahwa Jawa Timur ini keanekaragamannya ya kekayaan kita bersama, termasuk diantaranya budaya itu. Nah di debat pertama ada sub temanya berbicara dengan budaya sehingga kita komunikasikan kepada tim kampanye sesuai dengan tema yang ada, kita sesuaikan dengan mengenakan kostum adat Jawa Timur termasuk KPU nya ” pungkas Nur Salam.