Gaya HidupJatimPemerintahan

CFD Kembali di Alun-Alun Jayandaru, Dishub Akui Ada Pelanggaran Pelaksanaan

×

CFD Kembali di Alun-Alun Jayandaru, Dishub Akui Ada Pelanggaran Pelaksanaan

Sebarkan artikel ini
Kadishub Sidoarjo Budi Basuki mengakui ada kekuranhan saat pelaksanaan CFD di Alun- Alun Sidoarjo / Foto : Fifin Jun.

KaMedia– Kembalinya Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Jayandaru menjadi penanda hidupnya kembali ruang publik utama Kota Sidoarjo pascarevitalisasi. Namun di hari pertama pelaksanaan, Minggu (1/2), euforia masyarakat masih dibarengi sejumlah catatan di lapangan.

CFD yang sempat terhenti selama beberapa tahun ini dihadirkan kembali sebagai ruang aktivitas warga, mulai dari olahraga, rekreasi keluarga, hingga sekadar menikmati udara pagi tanpa kendaraan bermotor.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan alun-alun setiap Minggu pagi. Meski demikian, pada pelaksanaan perdana, masih ditemukan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang masuk ke area steril CFD.

“Hari ini masih ada kendaraan yang masuk ke area CFD. Bahkan banyak pedagang kaki lima yang sudah standby sejak pukul 03.00 pagi, padahal kami mengimbau batas akhir kendaraan masuk pukul 05.00. Kita kalah cepat,” ujar Kepala Dishub Sidoarjo Budi Basuki, sambil berkelakar.

Aktivitas CFD yang berlangsung di jantung kota secara langsung memengaruhi pergerakan lalu lintas warga. Karena itu, Dishub menilai penataan arus kendaraan menjadi keharusan agar kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.

“Kami akan terus melakukan rekayasa lalu lintas selama CFD berlangsung supaya semua tetap nyaman. Rambu dan penanda alur kendaraan juga akan kami pasang agar tidak ada lagi kendaraan yang salah arah dan masuk area CFD,” tegas Budi.

Dishub memastikan evaluasi akan dilakukan dari minggu ke minggu, terutama pada aspek kedisiplinan pengguna jalan dan penataan pedagang. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap, seiring waktu, masyarakat semakin memahami aturan CFD sehingga ruang publik Alun-Alun Jayandaru benar-benar menjadi zona aman, nyaman, dan ramah bagi semua.

Kembalinya CFD bukan hanya soal menutup jalan dari kendaraan, tetapi tentang membangun kembali budaya tertib, ruang interaksi warga, dan wajah baru Sidoarjo pascarevitalisasi alun-alun.