EkonomiGaya HidupHeadlineJatim

Alun-Alun Jayandaru Kembali Berdenyut, CFD Jadi Ruang Temu Warga Sidoarjo

×

Alun-Alun Jayandaru Kembali Berdenyut, CFD Jadi Ruang Temu Warga Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Suasana CFD di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Suasana Minggu pagi di Alun-Alun Jayandaru, Sidoarjo, kembali terasa berbeda. Tawa anak-anak, langkah santai warga, dan aroma jajanan khas UMKM berpadu saat Car Free Day (CFD) resmi dibuka kembali, Minggu (1/2). Sejak pagi, antusiasme masyarakat terlihat tinggi memenuhi area alun-alun.

Warga datang dari berbagai penjuru. Ada yang berjalan santai, berolahraga ringan, hingga sekadar duduk menikmati udara pagi sembari berburu kuliner. CFD kembali menjadi ruang temu, tempat warga melepas penat, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati wajah kota tanpa hiruk-pikuk kendaraan.

Dibukanya kembali CFD ini juga menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Deretan tenant menjajakan aneka makanan dan produk lokal khas Sidoarjo. Bagi pengunjung, CFD bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga surga wisata kuliner pagi hari.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Arif Mulyono, menyebut pembukaan kembali CFD sebagai langkah penting untuk menghidupkan kembali ruang publik sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dengan selesainya revitalisasi Alun-Alun Jayandaru, dibukanya kembali CFD ini menjadi upaya pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati fasilitas publik,” ujarnya.

Menurut Arif, CFD dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas positif, mulai dari olahraga, berkumpul bersama keluarga, hingga mempererat interaksi sosial. Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap CFD ini bisa membangun kembali ekonomi masyarakat melalui UMKM, sekaligus menjadikan alun-alun sebagai ruang publik yang hidup dan ramah bagi semua,” terangnya.

Kembalinya CFD Alun-Alun Sidoarjo bukan sekadar membuka kembali jalan tanpa kendaraan, tetapi juga membuka ruang kebersamaan, tempat masyarakat bisa saling menyapa, berbagi cerita, dan menikmati pagi dengan cara yang sederhana namun bermakna.