KaMedia – Menjelang puncak konsumsi masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, sistem kelistrikan Jawa Timur dipastikan dalam kondisi aman dan surplus. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, memberikan apresiasi atas kesiapan PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama periode siaga Lebaran.
Dalam kunjungan kerjanya ke kantor PLN UIT JBM di Surabaya, Jumat (20/2), Emil menilai kesiapan infrastruktur dan sistem pengamanan kelistrikan menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas aktivitas ekonomi selama momentum hari raya.
Secara teknis, sistem kelistrikan Jawa Timur berada dalam kondisi surplus. General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengungkapkan bahwa beban puncak tertinggi di Jawa Timur tercatat sebesar 2.036 MW, sementara daya mampu netto mencapai 2.638 MW. Artinya, terdapat cadangan daya sebesar 602 MW atau sekitar 22 persen.
“Dengan cadangan tersebut, sistem masih dalam kondisi sangat aman. Apalagi berdasarkan tren lima tahun terakhir, beban saat Idul Fitri justru lebih rendah sekitar 32 persen dibandingkan hari normal,” jelas Ika.
Dari sisi ekonomi, ketersediaan pasokan listrik yang stabil menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas sektor perdagangan, jasa, transportasi, hingga industri makanan dan minuman yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Keandalan listrik juga berperan menjaga kelancaran sistem pembayaran digital, pusat perbelanjaan, hingga operasional UMKM.
Untuk memastikan keandalan selama periode siaga, PLN menyiagakan 1.207 personel selama 24 jam penuh. Langkah preventif berupa percepatan pemeliharaan instalasi transmisi juga telah dilakukan guna meminimalkan potensi gangguan saat puncak perayaan. Koordinasi dengan aparat TNI dan Polri turut diperkuat untuk mendukung pengamanan objek vital kelistrikan.
Dalam peninjauannya, Emil juga melihat langsung fasilitas Control Center Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur yang memantau sistem secara real time. Ia mengapresiasi kecepatan respons PLN dalam menangani gangguan.
“Kami berterima kasih atas response time yang sangat baik. Ketika terjadi gangguan, PLN bergerak cepat dengan langkah penanganan yang jelas,” ujarnya.
Tak hanya kesiapan jangka pendek, penguatan infrastruktur jangka panjang juga terus dilakukan. Salah satunya melalui pengembangan Gardu Induk 500 kV di Waru, Sidoarjo, yang diproyeksikan memperkuat pasokan listrik bagi kawasan metropolitan di Jawa Timur dan menopang pertumbuhan industri serta investasi ke depan.
Dengan cadangan daya yang memadai dan sistem pengamanan berlapis, kesiapan PLN UIT JBM tidak hanya menjamin kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah di tengah meningkatnya mobilitas dan konsumsi musiman.











