Gaya HidupOlahragaSurabaya

IMI Surabaya Tantang Balap Liar: Ngebut Silakan, Tapi di Sirkuit, Bukan di Jalan!

×

IMI Surabaya Tantang Balap Liar: Ngebut Silakan, Tapi di Sirkuit, Bukan di Jalan!

Sebarkan artikel ini
IMI Surabaya ajak pelajar tidak lagi balap liar, tapi balap yang berprestasi / Foto : Agus Suyono.

KaMedia -!Maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar serta praktik balap liar di jalanan Surabaya menjadi alarm serius. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya pun turun langsung ke sekolah-sekolah melalui program Safety Riding Goes To School, sebuah langkah tegas untuk memutus kebiasaan berkendara berisiko sejak usia dini.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian IMI Surabaya Goes To School, yang tidak hanya mengampanyekan keselamatan berkendara, tetapi juga membuka open call seleksi atlet balap motor sebagai jalur resmi pembinaan generasi muda. Pesannya jelas: berani ngebut silakan, tapi di sirkuit, bukan di jalan umum.

Wakil Ketua II IMI Surabaya, Kevin Harlens, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai respons langsung atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan fenomena balap liar yang kerap melibatkan remaja.

“Kami melihat masih banyak pelajar yang belum memahami risiko berkendara. Safety Riding Goes To School ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi bentuk intervensi agar mereka sadar bahwa jalan raya bukan arena balap,” tegas Kevin, Jumat (16/1/2026).

IMI Surabaya secara terbuka menyebut balap liar sebagai ancaman keselamatan publik. Selain membahayakan pelaku, aksi tersebut juga mengancam pengguna jalan lain yang tidak bersalah.

Karena itu, IMI tidak hanya datang membawa larangan, tetapi juga solusi. Melalui program ini, pelajar diberikan edukasi menyeluruh mulai dari safety riding dan safety driving, etika berlalu lintas, penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar, hingga pemahaman dasar perawatan kendaraan.

“Keselamatan bukan pilihan, tapi kewajiban. Kalau sejak sekolah sudah paham etika berlalu lintas, angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.

Di sisi lain, IMI Surabaya juga meluncurkan IMI Surabaya Open Call – Go To Racing School, sebagai jawaban atas tingginya minat balap di kalangan remaja. Program ini menjadi jalur resmi bagi calon atlet agar tidak menyalurkan adrenalin di jalanan.

“Kami tidak ingin hobi balap disalurkan secara liar. Kalau punya bakat dan nyali, silakan ikut pembinaan resmi. Negara butuh atlet, bukan pelanggar lalu lintas,” kata Kevin dengan nada tegas.

Pembinaan atlet balap motor ini digelar secara terstruktur di Sirkuit Bung Tomo Surabaya mulai 4 Januari 2026 hingga 28 April 2027. Selain itu, penguatan aspek edukasi dan pengembangan karakter atlet juga dilakukan melalui Kadin Institute Surabaya pada periode 1 April hingga 20 Desember 2026.

IMI Surabaya menilai, pendekatan edukasi dan pembinaan adalah kunci membangun budaya otomotif yang sehat. Tanpa intervensi sejak dini, balap liar dan kecelakaan pelajar dikhawatirkan terus berulang.

Melalui Safety Riding Goes To School dan Go To Racing School, IMI Surabaya menegaskan sikapnya: keselamatan adalah harga mati, dan prestasi hanya bisa diraih melalui jalur yang benar.