KaMedia – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno turun langsung menyerap aspirasi warga RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Senin (25/5/2026) malam.
Reses yang berlangsung hangat dan penuh dialog itu dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT, hingga warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan lingkungan yang selama ini mereka hadapi.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti sejumlah kebutuhan mendesak mulai pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, hingga persoalan tempat pembuangan sampah (TPS) rumah tangga yang dinilai masih belum memadai.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah sulitnya membuang sampah rumah tangga berukuran besar seperti kasur dan perabot bekas. Selama ini warga terpaksa mengeluarkan biaya sendiri karena tidak semua TPS mampu menampung sampah jenis tersebut.
Menanggapi hal itu, Anas Karno menegaskan dirinya akan memperjuangkan aspirasi warga agar mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.
“Aspirasi masyarakat termasuk dari Ketua RT 02, Miswanto, akan kami tampung dan perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” ujar Anas Karno.
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, program penataan lingkungan yang telah dicanangkan Wali Kota Surabaya harus diikuti dengan solusi nyata di lapangan, termasuk kemudahan akses pembuangan sampah rumah tangga bagi warga.
“Untuk pembuangan sampah rumah tangga seperti kasur dan lainnya yang selama ini tidak bisa dibuang di TPS terdekat, akan kita koordinasikan dengan dinas terkait. Tujuannya agar warga tidak lagi kesulitan, tidak perlu mengeluarkan biaya sendiri, dan lebih mudah membuang sampah secara langsung,” tegasnya.
Tak hanya soal sampah, warga juga meminta adanya dukungan suntikan dana untuk paguyuban koperasi pinjaman warga yang dinilai penting membantu perekonomian masyarakat di tingkat kampung.
Bagi warga Kutisari Utara, kehadiran langsung wakil rakyat di tengah masyarakat bukan sekadar agenda seremonial. Mereka berharap hasil reses benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata yang menyentuh kebutuhan warga sehari-hari.











