KaMedia – Hasil audiensi IKA PMII Perjuangan Unitomo Surabaya dengan Fraksi PDIP-PAN
Swaranews.com – Kunjungan Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Perjuangan Unitomo ke Fraksi PDI Perjuangan – PAN diterima langsung oleh Ketua Fraksi, H. Budi Leksono (PDIP) didampingi H. Abdul Malik (PDIP) dan dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah
IKA PMII Perjuangan dipimpin M. Zahdi, S.H. (Ketua), Amar Bachan, (Bendahara), Abdel Mujib (Bidang Pendidikan), Roy Pranowo (Bid. Kominfo dan Media), Samsudin (Bid. Ekraf) dan Eef Saifullah (Bid Dana dan usaha).
“Terima kasih atas kunjungannya. Semua yang menjadi masukan dan saran dari sahabat IKA PMII Perjuangan Unitomo Surabaya akan kami koordinasikan dengan seluruh anggota fraksi. Setelah itu akan kami laksanakan, tentu sesuai dengan kapasitas kami,” tutur H. Budi Leksono, Selasa (5/11/2024) di ruang Fraksi PDIP – PAN.
Menurutnya, ada 5 hal penting yang menjadi pokok pembicaraan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan RHU dan efeknya serta pariwisata kota.
“Satu hal terkait keberadaan RHU, tentu kami setuju untuk mempeeketat pengawasan terhadap pengaruh minuman beralkohol. Untuk itu kita akan bahas di DPRD Kota Surabaya demi mencegah kejadian yang merugikan masyarakat terulang kembali,” terang politisi yang akarab disapa Buleks ini.
Buleks menekankan bahwa yang menjadi permasalahan adalah Standar Operasional Presedur (SOP). Perusahaan (RHU) harus bertanggung jawab tidak hanya saat pelanggan atau pengunjung berada di lokasi. Namun bagaimana perusahaan juga bertanggung jawab saat keluar daru lokasi hiburan tersebut.
“Kami di Komisi B, siap mewujudkan harapan IKA PMII Perjuangan Unitomo untuk memperketat pengawasan dan menggodok SOP untuk RHU,” tegasnya.
Zahdi, Ketua IKA PMII Perjuangan Unitomo mengapresiasi tanggapan dari Fraksi PDIP – PAN DPRD Kota Surabaya. Pihaknya berharap Pemkot Surabaya baik eksekutif maupun legislatif juga memperhatikan kelangsungan hidup bagi putra-putri korban yang ditinggal kedua orang tuanya sekaligus akibat ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang pulang dari sebuah RHU.
“Mohon kiranya Pemkot Surabaya juga melakukan pendampingan terhadap ketiga putra-putrinya. Baik dari sisi pendidikannya mauoun kelangsungan hidupnya,” harap M. Zahdi. Kunjungan Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Perjuangan Unitomo ke Fraksi PDI Perjuangan – PAN diterima langsung oleh Ketua Fraksi, H. Budi Leksono (PDIP) didampingi H. Abdul Malik (PDIP) dan dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah
IKA PMII Perjuangan dipimpin M. Zahdi, S.H. (Ketua), Amar Bachan, (Bendahara), Abdel Mujib (Bidang Pendidikan), Roy Pranowo (Bid. Kominfo dan Media), Samsudin (Bid. Ekraf) dan Eef Saifullah (Bid Dana dan usaha).
“Terima kasih atas kunjungannya. Semua yang menjadi masukan dan saran dari sahabat IKA PMII Perjuangan Unitomo Surabaya akan kami koordinasikan dengan seluruh anggota fraksi. Setelah itu akan kami laksanakan, tentu sesuai dengan kapasitas kami,” tutur H. Budi Leksono, Selasa (5/11/2024) di ruang Fraksi PDIP – PAN.
Menurutnya, ada 5 hal penting yang menjadi pokok pembicaraan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan RHU dan efeknya serta pariwisata kota.
“Satu hal terkait keberadaan RHU, tentu kami setuju untuk mempeeketat pengawasan terhadap pengaruh minuman beralkohol. Untuk itu kita akan bahas di DPRD Kota Surabaya demi mencegah kejadian yang merugikan masyarakat terulang kembali,” terang politisi yang akarab disapa Buleks ini.
Buleks menekankan bahwa yang menjadi permasalahan adalah Standar Operasional Presedur (SOP). Perusahaan (RHU) harus bertanggung jawab tidak hanya saat pelanggan atau pengunjung berada di lokasi. Namun bagaimana perusahaan juga bertanggung jawab saat keluar daru lokasi hiburan tersebut.
“Kami di Komisi B, siap mewujudkan harapan IKA PMII Perjuangan Unitomo untuk memperketat pengawasan dan menggodok SOP untuk RHU,” tegasnya.
Zahdi, Ketua IKA PMII Perjuangan Unitomo mengapresiasi tanggapan dari Fraksi PDIP – PAN DPRD Kota Surabaya. Pihaknya berharap Pemkot Surabaya baik eksekutif maupun legislatif juga memperhatikan kelangsungan hidup bagi putra-putri korban yang ditinggal kedua orang tuanya sekaligus akibat ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang pulang dari sebuah RHU.
“Mohon kiranya Pemkot Surabaya juga melakukan pendampingan terhadap ketiga putra-putrinya. Baik dari sisi pendidikannya mauoun kelangsungan hidupnya,” harap M. Zahdi.











