KaMedia – Upaya memperkuat pasokan listrik di jantung Jawa Timur kian menunjukkan progres nyata. Sebanyak enam unit trafo raksasa berkapasitas 500/150 kV milik PT PLN (Persero) resmi tiba di Pelabuhan Mirah, Tanjung Perak, Surabaya.
Kedatangan Interbus Transformer (IBT) ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Waru, proyek strategis yang digadang-gadang menjadi tulang punggung distribusi listrik di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
General Manager PLN UIP Jawa Bagian Timur dan Bali, Hendro Prasetyawan, menyebut kedatangan peralatan utama ini sebagai sinyal percepatan proyek yang selama ini dikerjakan secara intensif.
“Trafo ini merupakan komponen vital, ibarat jantung dari GISTET Waru. Nantinya akan mengalirkan daya besar dari sistem 500 kV ke 150 kV untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat,” ujarnya.
Namun, perjalanan trafo berbobot besar ini belum berakhir. Dari Pelabuhan Tanjung Perak, keenam unit tersebut akan diangkut menuju lokasi proyek di Waru menggunakan kendaraan khusus multi-axle.
Proses mobilisasi akan dilakukan secara bertahap pada jam-jam sepi guna meminimalkan kemacetan. PLN pun telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian hingga dinas perhubungan, untuk memastikan pengiriman berjalan aman dan lancar.
Meski demikian, potensi gangguan lalu lintas tetap tak terhindarkan. PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan di sepanjang rute distribusi.
Pembangunan GISTET 500 kV Waru menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas listrik di kawasan industri, pusat bisnis, hingga permukiman di Surabaya metropolitan. Infrastruktur ini juga akan meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan Jawa-Bali secara keseluruhan.
PLN menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu demi menghadirkan listrik yang andal tanpa gangguan.
“Dukungan dan kesabaran masyarakat sangat kami butuhkan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan energi yang lebih stabil dan berkelanjutan,” tutup Hendro.
Dengan masuknya komponen utama ini, proyek GISTET Waru kini memasuki fase krusial, mendekatkan Jawa Timur pada sistem kelistrikan yang semakin kuat dan siap menghadapi lonjakan kebutuhan energi di masa depan.











