HeadlineJatim

12 Hari Dilalap Api, Karhutla Bromo Akhirnya Padam

×

12 Hari Dilalap Api, Karhutla Bromo Akhirnya Padam

Sebarkan artikel ini
Tim Gabungan memastikan tidak lagi menemukan titik api di kawasan terdampak dengan melakukan penyisiran dan pemadaman bara api yang berpotensi kembali berkobar / Foto : Humas BPBD Jatim

KaMedia – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo akhirnya berhasil dipadamkan. Hingga Jumat (14/8/2026), Tim Gabungan memastikan tidak lagi menemukan titik api di kawasan terdampak.

Kepastian itu diperoleh setelah pemantauan dilakukan secara intensif, baik dari udara menggunakan helikopter dan drone maupun melalui penyisiran darat.

Dua titik asap yang sempat muncul di Pakis Bincil 1 dan Pakis Bincil 2 pada Jumat pagi juga berhasil dijinakkan melalui operasi water bombing. Pemadaman di Pakis Bincil 1 dilakukan Helikopter PK-DAP dan PK-DBM, sementara Pakis Bincil 2 ditangani Helikopter PK-DAN.

Meski api telah padam, operasi belum sepenuhnya berakhir. Tim Gabungan masih menyisir sejumlah lokasi untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi maupun potensi titik api baru yang muncul akibat terpaan angin atau pembasahan yang belum sempurna.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, patroli penyisiran bara dan asap masih difokuskan di sejumlah titik, di antaranya Bukit Cinta dan Pakis Bincil.

Gatot bahkan turut turun langsung dalam penyisiran darat yang dilakukan Tim Gabungan pada Kamis sore (13/8).

” Dari pagi hingga siang ini sudah dilakukan patroli mencari potensi bara dan asap untuk langsung dilakukan pembasahan, baik melalui water bombing maupun penyemprotan lewat darat. Hingga siang ini, tidak ditemukan lagi titik api dan bara,” ujarnya, Jumat (14/8).

Seiring kondisi yang dinilai semakin terkendali, seluruh helikopter yang dikerahkan PK-DAP, PK-DBM, dan PK-DAN telah kembali ke Bandara Abdurrahman Saleh untuk standby.

Namun, besarnya dampak kebakaran menunjukkan bahwa operasi ini bukan perkara kecil. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga hari ke-12, luas kawasan Gunung Bromo yang terbakar mencapai sekitar 1.120,3 hektare.

Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

Untuk menjinakkan kobaran api, kekuatan besar dikerahkan. Operasi melibatkan 3 helikopter, 1 drone water spray, 11 mobil pemadam kebakaran, dan 1 kendaraan Komodo.

Dari udara, tiga helikopter telah melakukan 35 sortie dengan 166 rit water bombing. Total air yang dicurahkan untuk membasahi kawasan terbakar mencapai 477.500 liter.

Operasi ini juga menjadi kerja bersama lintas instansi. Tim yang terlibat antara lain BNPB, BPBD Jatim, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), Polhut, TNI/Polri, BMKG Juanda, BPBD kabupaten/kota di Jawa Timur, jajaran pemadam kebakaran, Manggala Agni, relawan Peduli Api, serta masyarakat setempat.

Api boleh padam, tetapi kewaspadaan belum boleh surut. Tim Gabungan masih terus memastikan bara terakhir benar-benar mati agar Karhutla yang telah melahap lebih dari seribu hektare kawasan Bromo tidak kembali menyala.