HeadlineSurabaya

Khitan Blusukan Haji Buleks: Menjemput Senyum Anak-anak dari Gang-Gang Surabaya

×

Khitan Blusukan Haji Buleks: Menjemput Senyum Anak-anak dari Gang-Gang Surabaya

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., mendapingi anak yang mengikuti program khitan gratis dalam rangkain Bulan Bung Karno / Foto : Mas zal

KaMedia – Pagi itu, suasana di sejumlah kampung di Surabaya terasa berbeda. Di tengah gang-gang sederhana yang menjadi saksi perjuangan hidup warga, hadir harapan baru bagi sejumlah keluarga. Bukan dalam bentuk bantuan sembako atau santunan, melainkan layanan khitan gratis yang langsung mendatangi rumah-rumah warga yang membutuhkan.

Program bertajuk “Khitan Blusukan” yang digagas Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang dihidupkan pada Bulan Bung Karno. Melalui kegiatan ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat menjalani proses khitan dengan aman, nyaman, dan tanpa harus memikirkan biaya.

Bagi sebagian keluarga, khitan bukan sekadar tradisi atau kewajiban agama. Di baliknya ada persoalan ekonomi yang kerap membuat orang tua harus menunda pelaksanaannya. Kondisi itulah yang ingin dijawab oleh pria yang akrab disapa Haji Buleks tersebut.

“Melalui Khitan Blusukan ini, kami ingin memastikan bahwa kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi setiap anak untuk mendapatkan haknya dalam menjalani proses khitan dengan aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Buleks, Jumat (12/6/2026).

Konsep blusukan sengaja dipilih agar pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat. Bersama relawan dan tenaga medis, tim mendatangi langsung rumah-rumah warga. Tidak ada jarak antara pemberi bantuan dan penerima manfaat. Yang hadir justru suasana kekeluargaan, kehangatan, dan kepedulian.

Di setiap rumah yang disambangi, tampak campuran rasa gugup dan bahagia dari anak-anak yang akan dikhitan. Sementara para orang tua tak mampu menyembunyikan rasa syukur karena beban yang selama ini mereka pikirkan akhirnya bisa teratasi.

Bagi Buleks, senyum anak-anak itulah hadiah terbesar dari kegiatan tersebut. Senyum yang menjadi simbol harapan agar mereka tumbuh sehat, berakhlak baik, dan kelak mampu meraih cita-cita.

“Bulan Bung Karno mengingatkan kita bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan rakyat kecil. Dari gang-gang sederhana, dari rumah-rumah yang penuh perjuangan, lahir harapan-harapan baru yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi para donatur, relawan, tenaga medis, serta tokoh masyarakat yang ikut bergotong royong menyukseskan program tersebut. Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan bukan hanya membantu proses khitan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan rasa lega bagi keluarga penerima manfaat.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, Khitan Blusukan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat. Dari langkah sederhana yang menyentuh langsung rumah-rumah warga, lahir kebersamaan yang menguatkan dan harapan yang terus menyala bagi generasi penerus bangsa.