KaMedia – Puluhan warga Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, menggelar doa bersama dan istighosah di depan toko minuman keras (miras) yang berada di Ruko Citra City Residence, Jumat (31/7). Aksi yang diinisiasi Forum Peduli Sarirogo Sidoarjo (Forpiss) itu menjadi ikhtiar spiritual agar pemerintah segera merespons aspirasi warga yang menolak keberadaan toko miras tersebut.
Doa bersama dimulai usai Salat Jumat sekitar pukul 13.00. Dalam suasana khusyuk, warga memanjatkan doa agar Sidoarjo dijauhkan dari berbagai penyakit masyarakat, mulai dari peredaran miras, narkoba, prostitusi, hingga dampak penyalahgunaan narkotika.
Ketua Forpiss, Chusen Alghozi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk penolakan terhadap peredaran miras. Menurutnya, warga sengaja memilih jalur damai dengan mengetuk pintu langit sembari berharap pemerintah turut membuka pintu hati untuk mendengar suara masyarakat.
“Kami menggelar doa bersama dan istighosah agar Allah memberikan jalan terbaik. Kami berharap pemerintah terketuk hatinya, berpihak kepada kepentingan masyarakat, dan segera mengambil langkah atas persoalan yang kami suarakan,” ujarnya.
Chusen menegaskan, warga tidak ingin polemik toko miras terus berlarut-larut. Keberadaan usaha tersebut dinilai menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang menginginkan lingkungan tetap aman dan kondusif.
Ia menjelaskan, sejak awal Forpiss telah menempuh berbagai jalur penyampaian aspirasi, mulai dari audiensi hingga menyampaikan surat keberatan kepada pemerintah. Karena itu, doa bersama dipilih sebagai ikhtiar terakhir agar persoalan tersebut segera menemukan titik terang.
“Kami ingin Sidoarjo, khususnya Sarirogo, menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan jauh dari penyakit masyarakat. Harapan kami sederhana, semoga pemerintah benar-benar mendengar suara warga,” tegasnya.
Senada dengan itu, kuasa hukum warga Sarirogo, Makin Rahmat, menilai doa bersama menjadi bentuk ikhtiar setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi dilakukan. Menurutnya, warga tidak menginginkan konflik berkepanjangan, melainkan berharap pemerintah segera mengambil sikap.
” Kami berharap doa ini bisa mengetuk hati para pemangku kebijakan,” katanya.
Rahmat menambahkan, warga hanya ingin aspirasi mereka didengar dan dipertimbangkan. “Harapan kami sederhana, pemerintah berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.











