HeadlinePolitikSurabaya

Jelang HJKS ke-733, William Wirakusuma Soroti Kualitas Infrastruktur dan Pengangguran di Surabaya

×

Jelang HJKS ke-733, William Wirakusuma Soroti Kualitas Infrastruktur dan Pengangguran di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Politisi senior PSI yang juga Legislator DPRD Surabaya William Wirakusuma ( baju putih ), memberikan catatan kritis terhadap berbagai aspek pembangunan di Kota Pahlawan dalam. momentum HJKS / Foto : Hermawan

KaMedia – Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang jatuh pada 31 Mei 2026, Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PSI, William Wirakusuma, memberikan catatan kritis terhadap berbagai aspek pembangunan di Kota Pahlawan.

Menurut William, geliat pembangunan fisik di Surabaya memang terlihat masif dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik banyaknya proyek yang dikerjakan, kualitas hasil pembangunan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Secara kuantitas pembangunan fisik Kota Surabaya terlihat masif, tetapi kualitasnya masih belum baik. Banyak jalan yang sudah bergelombang meski baru sekitar setahun selesai dibangun. Bahkan tutup saluran ada yang tidak rata dengan permukaan jalan hingga 37 milimeter, sehingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan,” kata William, Sabtu (30/5/2026).

Tak hanya menyoroti infrastruktur, legislator muda tersebut juga mengingatkan bahwa tantangan Surabaya tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Persoalan sosial, terutama meningkatnya angka pengangguran dari berbagai jenjang pendidikan, dinilai membutuhkan perhatian lebih serius.

Menurutnya, fenomena bertambahnya pengangguran baik dari lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi menjadi sinyal bahwa pembangunan sumber daya manusia harus mendapatkan porsi yang sama besar dengan pembangunan infrastruktur.

“Permasalahan sosial berupa pengangguran, mulai dari lulusan SD hingga universitas, justru masih bertambah. Program-program sosial juga belum maksimal karena masih terkendala persoalan administrasi kependudukan yang dialami sebagian masyarakat,” ujarnya.

Meski menyampaikan kritik, William tetap mengapresiasi sejumlah capaian Pemerintah Kota Surabaya. Ia menilai sektor kesehatan dan pendidikan menunjukkan perkembangan yang positif, termasuk semakin luasnya akses beasiswa bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi perbaikan layanan kesehatan dan pendidikan yang sangat baik, termasuk bertambah banyaknya program beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Kota Surabaya,” tuturnya.

Bagi William, status Surabaya sebagai kota metropolitan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui megahnya pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat juga harus tumbuh seiring agar kemajuan kota dapat dirasakan secara merata.

“Sebagai kota metropolitan, kualitas pembangunan fisik maupun manusianya harus sama-sama baik,” tegasnya.

Ia pun optimistis Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mampu menjawab berbagai tantangan tersebut melalui pembenahan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Saya percaya Mas Wali mampu memimpin seluruh jajarannya untuk menghadirkan pembangunan fisik dan pembangunan manusia yang sama-sama berkualitas dan membanggakan,” pungkasnya.