HeadlinePolitikSurabaya

Gen Z Kunjungi DPRD Surabaya, Dialog Bersama Budi Leksono Bangkitkan Minat Anak Muda Terjun ke Dunia Politik

×

Gen Z Kunjungi DPRD Surabaya, Dialog Bersama Budi Leksono Bangkitkan Minat Anak Muda Terjun ke Dunia Politik

Sebarkan artikel ini
Budi Leksono ( tengah baju putih ) bersama para Gen Z yang mendatangi Gedung DPRD Kota Surabaya / Foto : Mas Eko

KaMedia – Puluhan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gelora Juang mengunjungi Gedung DPRD Kota Surabaya. Kehadiran mereka bukan untuk menggelar aksi demonstrasi ataupun menyampaikan tuntutan, melainkan untuk mengenal lebih dekat bagaimana sistem kerja para legislator dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Kunjungan tersebut menjadi ruang dialog yang hangat antara generasi muda dengan para anggota DPRD. Mereka ingin memahami secara langsung proses pengambilan kebijakan, fungsi pengawasan, hingga peran DPRD dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Antusiasme para peserta terlihat sejak awal kegiatan, di mana mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai isu yang berkembang di Kota Surabaya.

Rombongan Komunitas Gelora Juang disambut dengan baik oleh jajaran DPRD Surabaya. Di sela kesibukannya sebagai anggota Komisi B DPRD Surabaya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks, meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan para peserta.

Bertempat di lobi gedung baru DPRD Surabaya, suasana diskusi berlangsung santai namun penuh makna. Sebagian besar peserta yang berstatus mahasiswa tidak ragu menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai berbagai persoalan yang mereka anggap penting. Mulai dari kebijakan pemerintah terhadap investasi, tata kelola kota, pembangunan daerah, hingga bagaimana DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Menurut Budi Leksono, dirinya mengapresiasi keberanian generasi muda yang hadir untuk bertanya secara terbuka. Baginya, sikap kritis merupakan modal penting dalam membangun demokrasi yang sehat.

” Banyak pertanyaan yang mereka sampaikan, bahkan cukup tajam. Tentunya kami menjawab apa adanya. Mulai dari kebijakan terhadap investor, tata kelola kota, hingga berbagai persoalan pembangunan kami jelaskan secara terbuka agar mereka mendapatkan gambaran yang utuh mengenai tugas dan fungsi DPRD,” ujar Buleks.

Politisi PDI Perjuangan yang dikenal gemar bermain catur dan memancing itu menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempertemukan anak muda dengan dunia politik secara langsung. Selama ini, menurutnya, masih banyak generasi muda yang memandang politik hanya dari informasi di media sosial atau pemberitaan yang belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Karena itu, dialog langsung menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengetahui bagaimana proses politik dijalankan dan bagaimana wakil rakyat bekerja dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Hal menarik justru muncul di akhir sesi diskusi. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai peran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Surabaya, sejumlah peserta mengaku mulai tertarik untuk mengenal lebih jauh bahkan bergabung dengan PDI Perjuangan.

” Yang menarik adalah mereka menyampaikan ketertarikannya untuk bergabung dengan PDI Perjuangan setelah mendapatkan penjelasan mengenai peran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Surabaya. Ini tentu menjadi hal yang menggembirakan karena menunjukkan bahwa anak-anak muda masih memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa melalui jalur politik,” lanjut Buleks.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Leksono juga menjelaskan bahwa politik sejatinya bukan sekadar berbicara tentang kekuasaan, tetapi merupakan sarana untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan selalu berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat kecil.

Menurutnya, keberpihakan itu tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan di ruang sidang DPRD, tetapi juga melalui kerja nyata para legislator yang rutin turun langsung ke tengah masyarakat. Dengan cara tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara langsung sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran.

“Kami sampaikan kepada mereka bahwa kami tidak hanya bekerja di gedung DPRD ini. Kami juga turun ke lapangan, menemui masyarakat yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup. Dari situ kami mencari jalan keluar, memberikan pendampingan, serta membantu menyampaikan berbagai bentuk bantuan yang memang menjadi hak masyarakat,” jelasnya.

Buleks berharap semakin banyak generasi muda yang tidak lagi memandang politik sebagai sesuatu yang negatif. Sebaliknya, politik harus dipahami sebagai instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat serta memperkuat demokrasi yang sehat dan partisipatif.

Sementara itu, Dani, salah seorang peserta yang juga merupakan inisiator Komunitas Gelora Juang, mengaku memperoleh banyak perspektif baru setelah mengikuti dialog bersama Budi Leksono. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan membuka pandangan bahwa dunia politik memiliki peran penting dalam membangun bangsa.

Ia mengakui bahwa selama ini tidak sedikit kalangan Generasi Z yang bersikap apatis terhadap partai politik karena citra politik yang dianggap buruk. Namun, setelah mendengar secara langsung penjelasan mengenai fungsi DPRD dan peran partai politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, pandangan tersebut mulai berubah.

“Penjelasan yang kami terima hari ini membuat kami melihat politik dari sisi yang berbeda. Ternyata politik bisa menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, membangun persatuan, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Karena itu kami tertantang untuk ikut bergabung dalam partai politik agar bisa berkontribusi secara nyata,” ujar Dani.

Ia berharap kegiatan dialog seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar semakin banyak anak muda yang memahami pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin hari ini, tetapi juga oleh partisipasi aktif generasi muda yang berani terlibat, menyampaikan gagasan, serta ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan.

Kunjungan Komunitas Gelora Juang ke DPRD Surabaya pun menjadi bukti bahwa ruang dialog yang terbuka mampu mengikis stigma negatif terhadap politik. Melalui komunikasi yang jujur, terbuka, dan edukatif, generasi muda semakin memahami bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan wadah untuk mengabdi, memperjuangkan kepentingan rakyat,serta menjaga persatuan dalam keberagaman.