KaMedia – Kawasan pembangkit energi bersih di Cirata, Jawa Barat, kembali mendapat perhatian nasional. Dewan Energi Nasional memberikan apresiasi terhadap langkah PLN Nusantara Power dalam mengembangkan sistem pembangkit hybrid yang mengintegrasikan PLTA Cirata dan PLTS Terapung Cirata.
Kawasan Cirata kini menjadi salah satu ikon pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Di lokasi tersebut berdiri PLTA Cirata dengan kapasitas 1.008 Mega Watt (MW), berpadu dengan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 Mega Watt Peak (MWp) yang dikenal sebagai PLTS terapung terbesar di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Kolaborasi dua sumber energi hijau tersebut dinilai menjadi bukti nyata transformasi sektor ketenagalistrikan nasional menuju sistem energi yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.
Anggota Dewan Energi Nasional unsur pemangku kepentingan industri, Sripeni Inten Cahyani menilai konsep pembangkit hybrid di Cirata mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan Indonesia.
Dalam kunjungannya, Sripeni juga menyoroti tantangan teknis yang saat ini dihadapi PLTS Terapung Cirata, khususnya pada bagian unit pengapung (floater) yang mengalami penurunan elevasi akibat pengaruh biota air endemik di waduk.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat operator Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy yang telah melakukan penggantian floater secara bertahap dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
“PLTS Terapung Cirata masih beroperasi normal. Tantangan ini justru membuka peluang lahirnya berbagai penelitian dan inovasi yang nantinya bisa diterapkan pada pembangunan PLTS terapung lainnya di masa depan,” ujar Sripeni.
Menurutnya, keberadaan pembangkit hybrid Cirata menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan besar dalam mengembangkan energi bersih berbasis inovasi tanpa membutuhkan tambahan lahan yang luas.
Sementara itu, PLN Nusantara Power menegaskan bahwa pengembangan kawasan energi bersih Cirata merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita mengatakan apresiasi dari DEN menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat portofolio pembangkit hijau di Indonesia.
“Cirata menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menghadirkan solusi energi masa depan bagi Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya menghasilkan listrik ramah lingkungan, PLTS Terapung Cirata juga menjadi tonggak penting pengembangan pembangkit surya terapung skala besar di Tanah Air. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan energi terbarukan di berbagai waduk dan badan air potensial lainnya di Indonesia.
Melalui pengoperasian pembangkit hybrid Cirata, PLN Nusantara Power semakin menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga motor penggerak percepatan energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.











