HeadlinePemerintahanSurabaya

Normalisasi Kalianak Berlanjut, Warga Didampingi: Pembongkaran Dilakukan Secara Humanis

×

Normalisasi Kalianak Berlanjut, Warga Didampingi: Pembongkaran Dilakukan Secara Humanis

Sebarkan artikel ini
Pembongkaran bangunan di Kalianak mulai dilakukan seiring normalisasi sungai yang dilakukan Pemkot Surabaya / Foto : Diskominfo Surabaya.

KaMedia – Upaya mencegah banjir di Kota Surabaya terus berlanjut. Pemerintah Kota bersama BBWS Brantas melaksanakan tahap II normalisasi Sungai Kalianak, dengan pendekatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan.

Di tengah aktivitas alat berat dan petugas gabungan, suasana di kawasan Asemrowo dan Krembangan tidak sepenuhnya diwarnai ketegangan. Petugas justru terlihat membantu warga membongkar rumah mereka, mengangkat barang, menurunkan atap, hingga memastikan barang-barang berharga tetap aman.

Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar penertiban, tetapi juga bentuk pendampingan kepada warga yang terdampak.

“Semua tahapan sudah kami lalui, dari sosialisasi hingga pemberitahuan. Saat pembongkaran, kami hadir untuk membantu warga agar prosesnya aman dan tertata,” ujarnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, petugas ikut mengantarkan barang warga hingga ke luar kota. Ada yang dipindahkan sampai ke Lamongan, sebuah bentuk kepedulian yang jarang terlihat dalam proses penertiban.

Pendekatan humanis juga tampak dari cara petugas memperlakukan setiap bangunan. Pembongkaran dilakukan perlahan, tidak asal roboh. Struktur dipotong dengan hati-hati agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan PDAM, untuk memutus sementara aliran listrik dan air demi keamanan selama proses berlangsung.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP, Mudita Dhira Widaksa, memastikan langkah ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan.

Di balik semua itu, tujuan utamanya tetap jelas: mengembalikan fungsi sungai agar aliran air lancar dan risiko banjir bisa ditekan.

Meski tidak mudah bagi warga yang harus merelakan bangunannya, pendekatan yang mengedepankan empati dan gotong royong membuat proses ini berjalan lebih kondusif.

Normalisasi Sungai Kalianak pun diharapkan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga contoh bagaimana kebijakan publik bisa dijalankan dengan hati.