EkonomiHeadlineJatimSurabaya

Kolaborasi TTL dan KSOP Tanjung Perak Luncurkan EAZI, Pangkas Waktu Tunggu Kapal hingga 50%

×

Kolaborasi TTL dan KSOP Tanjung Perak Luncurkan EAZI, Pangkas Waktu Tunggu Kapal hingga 50%

Sebarkan artikel ini

KaMedia — Transformasi layanan pelabuhan terus dipercepat. PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama KSOP Utama Tanjung Perak resmi menghadirkan inovasi layanan Express Anchorage Zone Service (EAZI) sebagai solusi atas padatnya lalu lintas kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Program ini disosialisasikan bersamaan dengan pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) untuk layanan pemanduan dan penundaan kapal. Tujuannya jelas meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus menciptakan efisiensi operasional di terminal peti kemas utama seperti TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.

Langkah ini mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari otoritas pelabuhan, distrik navigasi, hingga asosiasi pelayaran seperti INSA dan ISAA. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci sukses implementasi inovasi di kawasan pelabuhan strategis tersebut.

Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa sinergi menjadi fondasi utama keberhasilan program. Ia menyebut EAZI mampu memberikan dampak nyata berupa efisiensi waktu layanan kapal, khususnya dalam proses ship to ship dan port stay.

“Kolaborasi ini memastikan setiap tahapan berjalan lancar dan menghasilkan efisiensi nyata bagi pengguna jasa,” ujarnya.

Secara teknis, layanan EAZI menetapkan beberapa ketentuan, antara lain, panjang kapal maksimal 150 meter, waktu tunggu maksimal 6 jam sejak berlabuh, proses ship to ship maksimal 1 jam.

Tak hanya itu, EAZI juga mengedepankan transparansi dan digitalisasi melalui integrasi sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan dengan platform Phinnisi milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Integrasi ini memungkinkan pelaporan real-time dan mempercepat pengambilan keputusan operasional.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, optimistis program ini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, efisiensi layanan kapal akan berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan peningkatan volume peti kemas di Jawa Timur.

Dari sisi pengguna jasa, manfaatnya terasa signifikan. Waktu transisi kapal yang sebelumnya memakan 4–6 jam kini ditargetkan turun drastis menjadi maksimal 2 jam tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Perwakilan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), Harmin, menyebut EAZI sebagai solusi konkret untuk mempercepat proses logistik.

“Kami siap mendukung implementasi ini demi kelancaran arus barang,” katanya.

Dengan hadirnya EAZI, TTL optimistis dapat memperkuat ekosistem Smart Port, menekan biaya logistik nasional, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui rantai pasok yang lebih efisien dan andal.