KaMedia – Suasana di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Kamis (12/3), terasa berbeda. Di tengah bulan suci Ramadan, ratusan warga datang dengan harapan yang sama: mendapatkan sedikit kelegaan di tengah berbagai kesulitan hidup. Di tempat itulah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Madiun.
Melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan dengan total nilai lebih dari Rp17,49 miliar. Bantuan ini diharapkan menjadi bantalan sosial sekaligus penguat ekonomi bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Di Kota Madiun, bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,47 miliar. Bantuan tersebut antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk ratusan keluarga penerima manfaat, bantuan bagi warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas. Ada pula bantuan pendidikan melalui KIP PPKS Jawara serta dukungan operasional bagi para pilar sosial yang selama ini mendampingi masyarakat.
Sementara itu di Kabupaten Madiun, bantuan yang digelontorkan jauh lebih besar, mencapai Rp16,02 miliar. Ribuan keluarga menerima manfaat dari berbagai program, mulai dari PKH Plus, bantuan kemiskinan ekstrem, bantuan bagi buruh pabrik rokok melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), hingga dukungan bagi penyandang disabilitas.
Tak hanya bantuan yang bersifat perlindungan sosial, pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program seperti KIP Jawara diberikan kepada perempuan kepala keluarga yang harus berjuang sendiri menghidupi keluarganya. Melalui bantuan modal tersebut, diharapkan mereka dapat membangun usaha kecil yang menopang kehidupan sehari-hari.
“Bansos ini memang program pemerintah provinsi. Karena ini bulan Ramadan, maka kita iringi dengan semangat amaliyah Ramadan. Harapan kita, ini bisa menjadi bantalan sosial dan juga bantalan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
Di hadapan warga yang hadir, bantuan diserahkan secara simbolis. Beberapa penerima tampak terharu ketika menerima bantuan untuk penyandang disabilitas, bantuan PKH Plus, hingga zakat produktif yang dapat digunakan untuk memulai usaha kecil.
Tak berhenti di bantuan sosial, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan program pemberdayaan desa dan pembangunan infrastruktur. Dukungan lintas sektor senilai Rp8,7 miliar dialokasikan untuk pembangunan desa, penguatan ekonomi lokal, hingga sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Sebagai bentuk dukungan infrastruktur, Khofifah juga menyerahkan 250 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Madiun untuk membantu perbaikan jalan di berbagai wilayah.
Bagi Khofifah, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling rentan.
“Kelompok kemiskinan ekstrem ini datanya sudah jelas. Mereka berada di desil pertama. Kita juga memberikan bantuan bagi lansia kurang mampu. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan beban hidup mereka,” jelasnya.
Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin hangat. Khofifah membagikan 30 Al-Qur’an cetakan Madinah yang merupakan hadiah dari Raja Salman kepada masyarakat. Ia juga turun langsung menyapa dan memberikan sembako serta tali asih kepada 102 pengemudi becak di sekitar Kantor Bakorwil Madiun.
Tak ketinggalan, bantuan juga diberikan kepada 77 staf Bakorwil Madiun, termasuk tenaga outsourcing, petugas keamanan, dan petugas kebersihan, orang-orang yang selama ini bekerja di balik layar.
Di bulan yang identik dengan berbagi, bantuan itu bukan sekadar angka miliaran rupiah. Bagi banyak warga yang hadir hari itu, bantuan tersebut adalah harapan, bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi kehidupan.











