EkonomiHeadlineSurabaya

Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Jemur Wonosari, Gubernur Khofifah Turun Langsung Pastikan Harga Terkendali

×

Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Jemur Wonosari, Gubernur Khofifah Turun Langsung Pastikan Harga Terkendali

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Halaman Masjid At-Taqwa Jemur Wonosari siang itu tak seperti biasanya. Ratusan warga memadati lokasi, sebagian besar ibu rumah tangga membawa tas belanja dan anak-anak mereka. Senyum sumringah dan antrean tertib mewarnai gelaran Pasar Murah yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Di tengah kerumunan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir menyapa warga satu per satu. Ia memastikan langsung bahwa harga kebutuhan pokok benar-benar lebih rendah dari pasaran, sekaligus menjamin stok aman selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

Pasar Murah ke-25 ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemprov Jatim menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, hingga daging ayam Rp30.000 per kemasan. Komoditas lain seperti gula pasir, bawang, cabai, dan tepung terigu juga dilepas di bawah harga pasar.

“Setiap bulan puasa dan menjelang Lebaran, permintaan bahan pokok meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga. Pasar murah ini hadir supaya masyarakat tidak khawatir,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, ketenangan menjalankan ibadah menjadi prioritas. Ia ingin masyarakat bisa menyambut Ramadhan tanpa dibayangi lonjakan harga. Karena itu, Pasar Murah akan terus digelar secara berkelanjutan sepanjang Ramadhan bahkan hingga akhir 2026.

Gubernur Khofifah juga menegaskan lokasi pasar murah sengaja dipilih dekat permukiman warga dan rumah ibadah agar mudah dijangkau. Ia memastikan kegiatan ini tidak digelar berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mematikan pedagang kecil, melainkan melengkapi upaya stabilisasi harga yang juga dilakukan pemerintah kabupaten/kota.

Tak hanya memantau harga, Khofifah menunjukkan kepedulian secara langsung. Ia menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lansia dan membagikan telur kepada ibu-ibu yang membawa anak sebagai dukungan pemenuhan gizi keluarga. Bahkan, ia memborong sejumlah produk UMKM yang dijual di lokasi sebagai bentuk dukungan pada pelaku usaha kecil.

Asri, warga Wonocolo, mengaku terbantu dengan adanya Pasar Murah di lingkungannya.

“Saya beli beras dan telur karena lebih murah. Saat Ramadhan, keluarga saya banyak konsumsi telur untuk sahur. Praktis dan bergizi,” tuturnya.