Olahraga

John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia: Dijuluki Arsitek Level Piala Dunia, Siap Bawa Tim Garuda ke Era Baru

×

John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia: Dijuluki Arsitek Level Piala Dunia, Siap Bawa Tim Garuda ke Era Baru

Sebarkan artikel ini

KaMedia -Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia melalui jumpa pers di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Perkenalan secara resmi ini menandai dimulainya era baru sepak bola nasional.

John Herdman hadir di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB bersama jajaran pengurus PSSI dan disambut antusias oleh awak media. Dalam pernyataan perdananya, pelatih asal Inggris tersebut menyampaikan optimismenya terhadap potensi sepak bola Indonesia, baik dari sisi sumber daya pemain maupun dukungan publik.

“Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru, dan memiliki penggemar sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan besar untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” ujar Herdman dikutip dari laman resmi Kominfo, infopublik.id.

PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak John Herdman menjadi alasan utama penunjukannya sebagai arsitek Tim Garuda.

Dalam laman resmi PSSI, John Herdman dinarasikan bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. Bahkan, dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.

Bersama timnas putri Selandia Baru, John Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia.

PSSI mengikat John Herdman dengan kontrak berdurasi dua tahun, dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Kontrak ini menegaskan komitmen federasi untuk membangun tim secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Herdman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PSSI untuk memimpin Timnas Indonesia. Menurutnya, mandat tersebut bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang sepak bola nasional.

Tantangan Herdman di Timnas Garuda

Salah satu tantangan utama yang disoroti Herdman adalah menyatukan potensi pemain diaspora dengan pemain lokal. Ia menegaskan pendekatannya tidak didasarkan pada asal-usul pemain, melainkan pada kualitas, peluang, dan kontribusi pemain untuk tim.

“Saya tidak melihat paspor pemain. Saya melihat peluang. Keberagaman ini harus diterima sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” tegasnya.

Herdman menyadari ekspektasi publik terhadap Timnas Indonesia sangat tinggi, terutama setelah langkah Indonesia yang sempat berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026 namun pada akhirnya belum berhasil setelah kandas di Kualifikasi putaran IV. Menurutnya, tekanan tersebut adalah bagian dari tanggung jawab seorang pelatih tim nasional.

“Memimpin tim nasional berarti memikul beban sebuah bangsa. Tekanan itu bisa menjadi kutukan atau justru menjadi berkah. Tugas kami adalah mengolah tekanan itu menjadi berkah,” ujarnya.

Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah ditunggu agenda padat. Timnas Indonesia akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Jatim

KaMedia – PSSI menunda Kongres di 17 Provinsi temasuk Jawa Timur untuk menyeragamkan jadwal Kongres Nasional dan menyesuaikan dengan Provinsi yang juga masuk masa pergantian. Ketua Asprov PSSI Jawa Timur,…