KaMedia – Obesitas kini bukan cuma soal celana makin sempit, tapi juga jadi masalah kesehatan nasional. Melihat kondisi itu, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak tinggal diam. Lewat tim bernama SGREEFIT, mereka menggagas program ekosistem kebugaran yang serius tapi dikemas dengan cara yang bikin orang mau bergerak, bukan cuma mengeluh.
Muhammad Rafi Kalevi, anggota Research and Development SGREEFIT, menjelaskan bahwa obesitas di Indonesia terus naik, sementara penanganannya masih setengah-setengah. Dampaknya bukan hanya ke tubuh, tapi juga ke dompet negara.
“BPJS Kesehatan tercatat defisit Rp 9,6 triliun. Salah satu penyumbangnya ya penyakit akibat obesitas,” ungkap Levi.
Alih-alih menyuruh orang olahraga sambil menyalahkan timbangan, SGREEFIT menawarkan solusi terintegrasi. Program ini menghubungkan layanan kesehatan seperti BPJS dan Mobile JKN dengan pusat kebugaran. Jadi, dari konsultasi dokter, lanjut ke gym, bukan ke kasur lagi.
“Semua kami susun dalam satu alur yang jelas dan mudah diikuti,” kata Levi.
Konsepnya berbasis Theory of Planned Behavior, yang intinya membuat olahraga terasa penting, didukung lingkungan, dan gampang diakses. Dengan kata lain: niat ada, fasilitas ada, alasan malas dipangkas.
Biar makin seru, SGREEFIT juga menyematkan konsep smart gym dan Internet of Things (IoT). Aktivitas olahraga bisa dipantau, progres terlihat, dan yang paling menarik, ada gamifikasi. Peserta bisa mengumpulkan poin dan voucher kalau konsisten berolahraga. Diet jadi terasa seperti main game, bukan hukuman.
Program ini dimulai dari konsultasi medis agar olahraga sesuai kondisi tubuh. Setelah itu, peserta diarahkan ke gym yang terhubung dengan sistem BPJS. Aman, terukur, dan tak asal keringetan.
Levi menegaskan, program ini bukan kerja satu pihak. Butuh kolaborasi Kementerian Kesehatan, Kemenpora, dokter, ahli gizi, sport scientist, hingga masyarakat. Semua skemanya sudah dirangkum dalam dokumen policy brief yang siap dijadikan acuan kebijakan.
Yang bikin geleng-geleng kepala, jika prevalensi obesitas bisa ditekan 35 persen saja, potensi penghematan BPJS bisa mencapai Rp 10,5 triliun. Angka ini cukup untuk menutup defisit sebelumnya.
“Sehat dapat, negara hemat,” ujar Levi sambil tersenyum.
Inovasi SGREEFIT ini sukses mengantarkan tim bimbingan dosen Alfan Purnomo ST MT meraih medali perak pada Pimnas ke-38 tahun 2025. Lebih dari sekadar prestasi, program ini diharapkan bisa jadi strategi nasional.











