HeadlineJatimPemerintahanSurabaya

Di Malam Natal Surabaya, Gubernur Khofifah Hadir di Tengah Jemaat: Negara Menjaga, Kasih Menyala

×

Di Malam Natal Surabaya, Gubernur Khofifah Hadir di Tengah Jemaat: Negara Menjaga, Kasih Menyala

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Malam itu, Surabaya tak hanya diterangi lampu kota dan lilin Natal. Di halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, suasana terasa berbeda, lebih hangat, lebih tenang. Jemaat berdatangan dengan wajah penuh harap, sebagian menggandeng anak, sebagian lain menuntun orang tua. Di tengah kesibukan persiapan ibadah, hadir sosok yang membuat banyak jemaat tersenyum, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur, Khofifah datang bukan sekadar meninjau. Ia menyapa, mendengar, dan memastikan satu hal sederhana namun sangat berarti: umat Kristiani bisa beribadah dengan aman dan damai pada Natal 2025.

“Selamat Natal. Semoga ibadahnya berjalan lancar dan penuh sukacita,” ucap Khofifah sambil tersenyum kepada jemaat dan pengurus gereja. Sapaan singkat, tapi menghadirkan rasa tenang bahwa negara hadir, dekat, dan peduli.

Bagi Khofifah, Natal bukan hanya perayaan keagamaan. Ia memaknainya sebagai momentum kemanusiaan, saat nilai kasih, empati, dan persaudaraan menemukan ruang paling jujur untuk dirayakan bersama.

“Damai Natal semoga membawa kasih, harapan, dan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan bagi sesama,” tuturnya

Sehari sebelum perayaan puncak Natal, Khofifah bersama Forkopimda Jatim menyusuri beberapa gereja di Surabaya. Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKJW Babat Jerawat, hingga GPIB Jemaat Immanuel. Gereja-gereja itu menjadi rumah bagi ribuan doa, nyanyian, dan harapan.

Kehadiran rombongan disambut hangat. Kepala Paroki Santa Maria Tak Bercela, Romo Robertus Tri Budi Widyanto, menyambut langsung Gubernur dengan senyum dan jabatan tangan erat. Tak ada jarak. Yang terasa justru kebersamaan seperti keluarga besar yang saling menjaga.

Di sela peninjauan, Khofifah memastikan kesiapan pengamanan: personel siaga, area ibadah steril, lalu lintas tertib. Semua detail diperhatikan, agar jemaat bisa fokus beribadah tanpa rasa khawatir.

“Kami ingin umat Kristen dan Katolik menjalankan ibadah Natal dengan aman, damai, dan penuh suka cita,” katanya tegas,.

Pendeta Edy Prasetyaningsih mengaku kehadiran Gubernur dan Forkopimda memberi rasa aman sekaligus semangat bagi jemaat.

“Ini bukan hanya soal pengamanan, tapi perhatian. Jemaat merasa diperhatikan dan dilindungi,” ujarnya.

Di tengah tantangan sosial dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Natal tahun ini menghadirkan pesan sederhana namun kuat: perbedaan bukan alasan untuk berjarak, melainkan ruang untuk saling merawat.

Menutup rangkaian kegiatan, Khofifah kembali menegaskan harapannya—agar damai Natal tak berhenti di gereja, tapi tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Timur.

“Semoga Natal membawa damai di hati, terang dalam langkah, dan harapan baru bagi kita semua,” ucapnya.

Di malam Natal itu, di antara doa dan lagu pujian, satu pesan terasa nyata: ketika kasih dirawat bersama, persatuan bukan sekadar slogan ia hidup, bernapas, dan menyala di tengah masyarakat.