HeadlineNasional

13 Orang Tewas Dalam Peledakan Amunisi Tak Layak Pakai Milik TNI AD

×

13 Orang Tewas Dalam Peledakan Amunisi Tak Layak Pakai Milik TNI AD

Sebarkan artikel ini
Situasi peledakan amunisi tak layak pakai milik TNI AD di Desa Sagara Kec. Cibalong Garut / Foto : Ist

KaMedia – Sebanyak 13 orang tewas akibat ledakan pada saat pemusnahan amunisi milik TNI AD di Garut, Jawa Barat. Empat korban tewas di antaranya adalah Anggota TNI.

Kadispenad TNI AD Brigjen Wahyu Yudhayana membenarkan peristiwa yang terjadi pada Senin pagi itu. Menurut Brigjen Wahyu kejadian tersebut bermula dari kegiatan TNI AD menggelar pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Pemusnahan dilaksanakan oleh jajaran Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat,” ujar Brigjen Wahyu Yudhayana kepada wartawan.

Jenderal bintang satu tersebut juga menyampaikan bahwa pengecekan sudah dilakukan secara prosedur pada awal kegiatan dimulai. Baik pengecekan terhadap personel maupun terkait dengan lokasi.

“Semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” ucap Brigjen Wahyu.

Tim penyusun amunisi kemudian melakukan persiapan pemusnahan dengan menyiapkan dua lubang sumur. Setelah siap, tim kemudian bersiaga di pos masing-masing.

” Setelah dinyatakan aman, kemudian dilakukan peledakan di dua sumur yang ditempati oleh munisi akhir tersebut untuk dihancurkan,” kata Brigjen Wahyu.

Proses peledakan di dua sumur itu berjalan dengan sempurna dalam kondisi aman. Sesuai dengan SOP nya termasuk dari sisi pengamanan.

Selain dua lubang sumur tersebut, tim pemusnah amunisi juga mempersiapkan satu lubang lain untuk tempat menghancurkan detonator.

Mendadak saat persiapan pemusnahan di lubang ketiga itu terjadi ledakan dari lubang tersebut. 13 orang dipastikan tewas dalan kejadian tersebut.

“Saat tim penyusun munisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang dan mengakibatkan 13 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Korban meninggal termasuk 4 orang dari anggota TNI Angkatan Darat dan 9 orang dari masyarakat. Belum dijelaskan alasan adanya masyarakat yang berada di sekitar lokasi pemusnahan.

Terkait kabar yang menyebutkan bahwa korban sipil adalah para pengumpul besi rongsokan sisa amunisi yang diledakan, sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari TNI AD. Hingga saat ini TNI AD masih menyelidiki penyebab tewasnya warga sipil dan anggota TNI tersebut.