EkonomiGaya HidupHeadline

Wuling dan Chery, Mobil China Favorit Masyarakat di Jatim

×

Wuling dan Chery, Mobil China Favorit Masyarakat di Jatim

Sebarkan artikel ini
Saat ini mobil dari China menguasai 18 persen pasar mobil di Jawa Timur / Foto : Ist

KaMedia – Laporan terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan mobil China menguasai 18% pasar otomotif Jawa Timur pada kuartal pertama 2025, meningkat signifikan dari 15% di periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh meluasnya jaringan dealer dan peluncuran model baru berbasis elektrik

Berdasarkan rilis resmi Gaikindo per April 2025, berikut breakdown penjualan mobil China di Jatim:
1. Wuling Motors (37% dari total penjualan China)
– Model andalan: Binguo EV (520 unit), Almaz Hybrid (285 unit)
2. Chery Indonesia (28%)
– Model andalan: Omoda 5 (410 unit), Tiggo 7 Pro Max (190 unit)
3. DFSK (18%)
– Model andalan: Gelora E (320 unit), Glory 580 (150 unit)

Total penjualan merek China mencapai 2.850 unit Januari-Maret 2025, tumbuh 25% (year-on-year). Sementara pasar otomotif Jatim secara keseluruhan hanya tumbuh 7%.

Hal ini menjadi perhatian, dikarenakan Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya akan dilaksanakan pada mulai besok, 28 Mei – 1 Juni 2025 di Grand City Surabaya. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan bahwa penjualan wholesales mobil China mencapai 20.496 unit, meningkat 154% dibandingkan tahun lalu, dan menguasai 10% pangsa pasar nasional.

Sementara itu untuk jenis kendaraan listrik, BYD produsen kendaraan listrik asal Tiongkok mencatatkan penjualan sebanyak 5.718 unit pada kuartal pertama 2025, menjadikannya merek mobil China terlaris di Indonesia. Sub-merek premium BYD, Denza, juga menunjukkan performa impresif dengan penjualan 2.524 unit. Secara gabungan, BYD dan Denza berhasil menjual lebih dari 8.200 unit, mengukuhkan posisi mereka di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Selain BYD dan Denza, beberapa merek mobil China lainnya juga mencatatkan penjualan yang signifikan:

Wuling: 4.795 unit
Chery: 4.399 unit
Aion: 1.201 unit
Morris Garage (MG): 545 unit
DFSK: 243 unit
Geely: 242 unit
Tank: 226 unit
Neta: 198 unit

Kehadiran merek-merek ini menunjukkan diversifikasi pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia, terutama dalam segmen kendaraan listrik dan hybrid.

Saat ini meski ekonomi secara nasional melemah,  di Jawa Timur penjualan mobil baru mengalami peningkatan, terutama menjelang dan selama periode Ramadhan dan Lebaran 2025. Data dari SEVA menunjukkan bahwa pada Maret 2025, penjualan mobil baru meningkat sebesar 12% secara year-on-year (yoy), dan pada April 2025, selama periode mudik Lebaran, terjadi pertumbuhan sebesar 18% yoy. Meskipun data spesifik mengenai penjualan mobil China di Jawa Timur belum tersedia, tren nasional menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan asal Tiongkok, khususnya yang berbasis listrik, meningkat di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur.

Terkait peningkatan penjualan mobil China di Indonesia mencerminkan perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau. Namun, dominasi merek Jepang seperti Toyota dan Daihatsu masih kuat, dengan penjualan masing-masing sebesar 68.289 dan 36.917 unit pada kuartal pertama 2025. Merek-merek China perlu terus berinovasi dan memperkuat jaringan layanan purna jual untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia yang kompetitif.