KaMedia – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, angkat suara keras terkait insiden viral oknum juru parkir yang mengancam membunuh warga di kawasan Kapas Krampung. Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi tindakan premanisme di Kota Pahlawan.
Eri memastikan kasus tersebut sudah dipantau pemerintah kota dan harus diproses melalui jalur hukum. Menurutnya, ancaman pembunuhan jelas melampaui persoalan parkir biasa dan tidak bisa ditoleransi.
“Kalau sudah ancaman pembunuhan ya langsung proses hukum. Kita sudah jalankan dan laporkan. Ini aneh, masalah parkir kok sampai ancam bunuh,” tegas Eri, Jumat (6/3/2026).
Eri menegaskan Surabaya adalah kota yang berdiri di atas hukum, bukan tempat bagi intimidasi dan aksi semena-mena. Ia tidak ingin ulah satu dua oknum merusak ketertiban serta mencoreng citra kota.
Pemerintah Kota Surabaya juga mengingatkan seluruh juru parkir agar bekerja sesuai aturan dan tidak bertindak seenaknya di lapangan. Para jukir diminta menjaga ketertiban, bukan justru menciptakan keresahan.
“Semua jukir harus ikut menjaga Surabaya tetap aman dan damai,” ujar Eri.
Pemkot memastikan kasus ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Penegakan hukum akan dilakukan agar menjadi peringatan keras bagi oknum jukir lainnya.
“Ini negara hukum. Jangan ada yang merusak ketertiban. Surabaya tidak boleh diwarnai intimidasi seperti ini,” pungkas Eri.











