KaMedia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan layanan air bersih dapat segera dinikmati seluruh warga di setiap wilayah Kota Pahlawan. Untuk mewujudkan target tersebut, pemkot meminta jajaran Direksi Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada periode 2026-2029 menggandeng investor dalam mempercepat pembangunan jaringan distribusi air tanpa membebani keuangan perusahaan.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Direksi PAM Surya Sembada masa jabatan 2026-2029 di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Rabu (5/8/2026) petang.
Wali Kota Eri menegaskan, pengelolaan keuangan perusahaan daerah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurut dia, kemampuan finansial PAM juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kurang mampu.
“Uang PDAM juga harus ada yang bisa diputar untuk orang miskin. Yang kedua, njenengan (anda) harus bisa bagaimana dengan pihak ketiga (investor) kalau bisa menggerakkan, tapi tidak banyak mengeluarkan uang. Uang kita bisa buat orang miskin tapi kita juga bisa membayar dalam jangka waktu beberapa tahun begitu,” kata Wali Kota Eri.
Ia menilai percepatan pemerataan layanan air bersih tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengandalkan kemampuan investasi internal perusahaan. Karena itu, keterlibatan investor dinilai menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.
“Makanya kalau ingin wilayah Surabaya keluar air semua, ketika sampean (anda) tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, maka itu enggak mungkin. Kalau hanya bikin proyek sendiri (tanpa investor) di wilayah (Surabaya) utara enggak keluar-keluar airnya,” tegasnya.
Menurutnya, skema kerja sama dengan investor memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan lebih dahulu. Setelah layanan berjalan, perusahaan dapat melakukan pembayaran secara bertahap.
“Tapi kalau melibatkan pihak ketiga, ada investor yang masuk, setelah itu air jalan, baru kita cicil, itu bagus,” ujarnya.
Meski membuka peluang investasi, Wali Kota Eri mengingatkan agar direksi tidak hanya berorientasi pada besaran dividen. Menurutnya, seluruh perhitungan keuangan harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam membayar investasi sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Terkait dengan investor jangan pernah berhitung dengan dividen. Jadi dividennya lihat, apakah kita itu bisa dengan segitu atau dividennya itu kebanyakan untuk membayar cicilan. Jadi ayo dihitung, jangan keluar kantong kanan, keluar kantong kiri,” pesannya.
Selain mendorong percepatan pembangunan jaringan, Wali Kota Eri juga menargetkan masyarakat dapat menikmati layanan air bersih sepanjang hari tanpa harus menunggu malam. “Keluar air yang bisa dirasakan dan air itu bisa keluar tidak menunggu waktu malam,” kata Cak Eri, sapaan lekatnya.
Ia juga meminta seluruh direksi baru responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dengan turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi. “Kalau ada keluhan masyarakat langsung datang turun. Saya paling enggak suka orang yang hanya di belakang meja, duduk di atas kursi. Jadi ketika ada permasalahan, cepat mengambil sebuah kebijakan di lapangan, carikan solusinya biar selesai,” katanya.
Di akhir arahannya, Wali Kota Eri berharap jajaran direksi baru mampu mempercepat penyelesaian persoalan distribusi air bersih. Utamanya, di kawasan permukiman yang hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
“Semoga dengan bergabungnya njenengan (direksi baru), dengan terisinya direktur ini, maka masalah perairan yang ada di sini bisa cepat terselesaikan. Terus masalah di kampung-kampung yang sulit keluar air itu juga terselesaikan,” pungkasnya.











