KaMedia – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmen seluruh pemerintah kota yang tergabung dalam APEKSI untuk mengawal dan memastikan Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal di seluruh daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Eri saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan, Kamis (2/7/2026) sore. Penutupan Rakernas turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam sambutannya, Eri menegaskan bahwa Rakernas APEKSI bukan sekadar forum koordinasi antarkepala daerah. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan generasi muda untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, hingga keresahan yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan di masing-masing kota.
“Kami ingin sampaikan bahwa kami melakukan kegiatan ini tidak hanya sekadar Rakernas. Tapi bagaimana kami meminta anak muda-anak muda yang di setiap kota, untuk memberikan masukan kepada kami sebagai kepala daerah sebagai wali kota di Rakernas ini,” ujar Eri.
Melalui forum Youth City Changers (YCC), para perwakilan generasi muda menyampaikan berbagai ide, harapan, hingga persoalan yang mereka hadapi. Menurut Eri, seluruh masukan tersebut akan diakomodasi sebagai bagian dari arah pembangunan di daerah masing-masing.
“Karena itu ada utusan anak muda, mereka menyampaikan keinginan, mereka menyampaikan kegalauan. Maka kami mengakomodir itu untuk menjadi bagian pembangunan kami di masing-masing kota kami,” katanya.
Eri juga menegaskan bahwa APEKSI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah pusat dalam mengawal berbagai kebijakan nasional. Karena itu, para wali kota tidak hanya mendukung penuh program pemerintah, tetapi juga menyampaikan kondisi riil di lapangan beserta solusi agar implementasi kebijakan semakin efektif.
Karena kami di APEKSI ini mendukung penuh PSN, mendukung penuh kebijakan Presiden. Tetapi kami ingin menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi di bawah. Sehingga kami juga akan memberikan masukan, solusi, sehingga program Pak Presiden, PSN ini bisa berjalan dengan baik dan lancar di tempat kami,” tuturnya.
Sebagai contoh, Eri menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keterlibatan pemerintah kota menjadi faktor penting agar program tersebut tepat sasaran.
“Ketika kami dilibatkan, seluruh wali kota ini untuk memastikan siapa yang berhak menerima itu tanggung jawabnya wali kota. Setelah itu SPPG semua berjalan, itu tugas kami sebagai kepala daerah, sebagai kepanjangan tangan dari Presiden,” jelasnya.
Karena itu, Eri memastikan seluruh anggota APEKSI siap menjadi garda terdepan sekaligus ujung tombak dalam menyukseskan berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Kami pastikan APEKSI ini akan selalu mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto dan kami siap menjadi garda terdepan untuk menjalankan itu semua dan menjadi ujung tombak untuk memastikan program itu berjalan,” tegasnya.
Selain membahas dukungan terhadap PSN, Rakernas XVIII APEKSI juga menjadi ajang berbagi praktik terbaik antarpemerintah kota, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
Eri mencontohkan keberhasilan Kota Pekanbaru yang mampu meningkatkan PAD dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun setelah mempelajari berbagai inovasi dari kota lain.
“Ketika teman-teman Pekanbaru belajar mengambil ilmu dari kota lain yang sudah berjalan, PAD-nya Kota Pekanbaru, dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun, naik Rp400 miliar,” ujarnya.
Di akhir Rakernas, APEKSI juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden maupun kementerian terkait. Salah satu rekomendasi utama adalah percepatan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia, termasuk pengembangan konektivitas Trans Sumatra dan Trans Kalimantan.
” Jadi kami di akhir Rakernas ini kami juga memberikan rekomendasi. Kami sampaikan, nanti insyaallah mungkin ada yang juga langsung ke presiden, juga ada yang kami sampaikan ke menteri-menteri terkait dengan Trans Sumatra, Trans Kalimantan,” katanya.
Menurut Eri, konektivitas infrastruktur menjadi salah satu kunci untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan antardaerah karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Karena infrastruktur ini ketika terkoneksi satu dengan yang lainnya, maka insyaallah yang namanya kemiskinan juga akan berkurang. Yang namanya ketimpangan juga akan terkurangi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Eri kembali menegaskan kesiapan seluruh wali kota yang tergabung dalam APEKSI untuk menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam memastikan keberhasilan Program Strategis Nasional.
“Kami siap sebagai wali kota yang tergabung di dalam APEKSI untuk memastikan PSN itu berjalan dengan baik, dan berjalan dengan sesuai apa yang diharapkan Pak Presiden,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Rakernas XVIII APEKSI 2026 berlangsung di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Forum tahunan ini menjadi ajang konsolidasi 98 pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi antardaerah sekaligus merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah pusat.
Selain membahas berbagai isu pembangunan perkotaan, Rakernas juga diramaikan dengan sejumlah agenda, seperti Youth City Changers (YCC), Indonesia City Expo (ICE), business matching, Forum Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ladies Program, hingga Karnaval Budaya Nusantara.











