HeadlineJatimPemerintahan

Tasyakuran HUT ke-22 Tagana di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Dedikasi Relawan Garda Terdepan Penanganan Bencana

×

Tasyakuran HUT ke-22 Tagana di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Dedikasi Relawan Garda Terdepan Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/3), saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama para pilar sosial.

Momentum syukur ini ditandai dengan silaturahmi dan pemotongan tumpeng, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para relawan Tagana yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Tagana bukan sekadar relawan biasa. Mereka adalah frontliner yang memiliki kekompakan, soliditas, serta kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.

“Tagana ini adalah ujung tombak dalam penanganan bencana. Kekompakan, soliditas, dan leadership yang mereka bangun sungguh luar biasa,” ujarnya.

Khofifah juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Tagana. Saat menjabat sebagai Menteri Sosial RI, ia pernah menjadi Pembina Tagana Nasional, dan kini melanjutkan peran tersebut di tingkat provinsi. Pengalaman itu membuatnya memahami betul kapasitas dan kesiapsiagaan para relawan.

“Dulu saya minta enam jam sampai lokasi bencana, sekarang satu jam. Dari evakuasi hingga dapur umum, dari tanggap darurat hingga pascabencana, Tagana itu multi-skill,” tambahnya.

Lebih dari sekadar kemampuan teknis, Khofifah menyoroti pengorbanan para relawan yang selalu siap siaga kapan pun dibutuhkan. Bahkan, di tengah aktivitas pribadi, mereka rela meninggalkan kepentingan sendiri demi membantu sesama.

“Banyak yang menyimpan seragam Tagana di bawah jok motor. Ada yang seharusnya menjemput anak sekolah, tapi begitu ada laporan longsor, langsung menuju lokasi untuk evakuasi,” tuturnya.

Menghadapi kondisi geografis Jawa Timur yang berada di kawasan ring of fire, Khofifah menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana. Ia mendorong peningkatan kapasitas relawan serta sinergi lintas sektor dengan berbagai lembaga seperti BPBD, Basarnas, dan BNPB.

“Kewaspadaan harus dibangun melalui sinergi. Mitigasi juga penting, sehingga pelatihan Tagana harus terus diperbarui sesuai potensi bencana yang ada,” jelasnya.

Namun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan, terutama terkait keterbatasan anggaran pelatihan dan kebutuhan regenerasi relawan. Sejumlah anggota Tagana kini turut berkontribusi dalam program sosial lain, sehingga diperlukan rekrutmen dan pelatihan baru yang tidak sederhana.

“Membentuk anggota Tagana yang tangguh butuh proses panjang dan berjenjang. Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” ungkapnya.

Karena itu, Khofifah berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten/kota, turut memperkuat peran Tagana di daerah masing-masing.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan seluruh tim Tagana. Jaga terus soliditas dan kekompakan untuk terus melayani masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Tagana Jawa Timur, Twiadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Gubernur. Ia menilai dukungan tersebut menjadi energi baru bagi para relawan untuk terus hadir membantu masyarakat.

“Kami merasakan kepedulian Ibu Gubernur. Ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tagana akan terus memperkuat kompetensi, mulai dari pengelolaan dapur umum, logistik, pengungsian, hingga layanan dukungan sosial. Upaya ini sekaligus untuk mempertahankan Jawa Timur sebagai barometer Tagana nasional.

“Kami juga mengembangkan program pemberdayaan seperti dapur kreasi yang melibatkan penyintas bencana dan telah diakui secara nasional,” pungkasnya.