HeadlineNasionalOlahraga

Siap Menggebrak di Liga 1 2025/26, PSIM Yogyakarta Tunjuk Mantan Asisten Ronald Koeman sebagai Pelatih

×

Siap Menggebrak di Liga 1 2025/26, PSIM Yogyakarta Tunjuk Mantan Asisten Ronald Koeman sebagai Pelatih

Sebarkan artikel ini
PSIM Yogyakarta tunjuk Jean Paul Van Gastel sebagai pelatih untuk berlaga di Liga 1 / Foto : Instagram PSIM Yogyakarta.

KaMedia— Tim promosi di Liga 1 2025/26, PSIM Yogyakarta, menunjukkan persiapan serius demi bisa bersaing di kompetisi teratas sepak bola tanah air di musim depan.

Keseriusan itu terbaca dari gerak cepat manajemen PSIM Yogyakarta untuk mendatangkan pelatih berkualitas.

Setelah dihujani sejumlah rumor perihal pelatih, PSIM Yogyakarta resmi menunjuk pelatih kepala asal Belanda, Jean Paul van Gastel untuk memimpin tim mengarungi kompetisi Liga 1 2025/26.

Kabar perekrutan Jean Paul van Gastel tersebut diumumkan PSIM Yogyakarta melalui akun instagram resmi mereka @psimjogja_officila.

“From Feyenoord, Besiktas, and now PSIM Jogja. PSIM Jogja dengan bangga mengumumkan perekrutan Jean Paul van Gastel sebagai head coach untuk musim 2025/26,” begitu statement resmi PSIM.

Kehadiran pelatih asal Belanda ini tentunya menjadi gebrakan besar bagi Laskar Mataram–julukan PSIM, mengingat rekam jejaknya yang terbilang mentereng di level Eropa.

Sebagai informasi, Van Gastel memiliki karier gemilang sebagai pemain. Dia pernah meraih gelar Eredivisie–kompetisi level teratas di Belanda, bersama Feyenoord dan lima kali membela timnas Belanda.

Reputasinya sebagai pelatih terbangun saat menjadi asisten dari nama-nama besar di sepak bola Belanda, seperti Ronald Koeman dan Giovanni van Bronckhorst di Feyenoord.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan manajer PSIM, Razzi Taruna memilih van Gastel untuk melatih Rafinha dan rekan-rekannya guna bersaing di Liga 1 2025/26.

“Dia sempat jadi asistennya Ronald Koeman, Fred Rutten dan Giovanni van Bronckhorst di Divisi 1 Belanda,” kata Razzi dikutip dari Liga Indonesia Baru.

Puncak prestasi van Gastel sebagai pelatih kepala adalah saat sukses membawa klub NAC Breda promosi ke Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda.

“Dia juga sempat melatih di Divisi 2 Belanda, dan membawa klub tersebut promosi ke divisi 1 Belanda,” tambah Razzi.

Pengalamannya semakin kian lengkap setelah menangani klub di Liga Super China, Ghuangzhou City, dan terakhir menjabat sebagai asisten pelatih di klub raksasa Turki, Besiktas.

Razzi mengakui bahwa proses negosiasi untuk mendatangkan van Gastel sempat berjalan alot karena level pengalamannya yang tinggi. Namun, faktor penentu di balik kesepakatan ini adalah kepercayaan sang pelatih terhadap visi dan proyek jangka panjang yang ditawarkan oleh Laskar Mataram.

“Beliau sangat percaya dengan proyek ini. Ini yang paling penting,” ucap Razzi seraya menegaskan bahwa kualitas taktikal van Gastel tidak perlu diragukan lagi.

Untuk musim perdananya di Liga 1, manajemen PSIM menargetkan stabilitas tim sebagai prioritas utama.

“Untuk target, pastinya seperti yang selalu kita sampaikan, bahwa untuk musim pertama ini, PSIM mengincar stabilitas. Artinya, kita mau bertahan dengan nyaman, tidak mau setiap minggunya berada di zona degradasi,” pungkas Razzi.

Dengan kehadiran pelatih sekaliber Jean Paul van Gastel di kursi kepelatihan, PSIM optimistis mampu mencapai target tersebut dan bahkan memberi kejutan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Menarik ditunggu kiprah PSIM Yogyakarta, sang juara Liga 2 2024/25 di Liga 1 2025/26 bersama pelatih top asal Belanda.

Headline

KaMedia – Klasemen Super League mengalami perubahan setelah PSM Makassar dan Persebaya Surabaya bermain imbang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/12) malam. Persaingan PSM dan Persebaya…