HeadlineJatim

Seng Alun-Alun Pergi, Dinding Politik Masih Berdiri

×

Seng Alun-Alun Pergi, Dinding Politik Masih Berdiri

Sebarkan artikel ini
Wajah baru Alun-Alun Sidoarjo / Foto : Fifin

KaMedia – Setelah sekian lama tertutup seng, seolah menyimpan lebih banyak rahasia daripada proyek revitalisasi, penutup Alun-Alun Sidoarjo akhirnya dibuka pada Jumat (30/1). Seng pun minggir, publik kembali dipersilakan masuk, sementara aroma seremoni mulai tercium kuat.

Petugas kebersihan DLHK langsung dikerahkan. Bukan hanya membersihkan sampah, tapi juga memastikan wajah Alun-Alun tampil rapi, cantik, dan siap kamera menjelang upacara peresmian. Sebab, di tengah dinamika internal pimpinan daerah, panggung publik tetap harus terlihat harmonis.

Peresmian Alun-Alun dijadwalkan Sabtu, 31 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167. Momentum sakral, tempat semua perbedaan pendapat di balik meja birokrasi diharapkan luruh, setidaknya untuk satu hari upacara.

Atas arahan Asisten Bupati, Pemerintah Sidoarjo pun meminta doa restu masyarakat. Barangkali bukan hanya agar acara berjalan lancar, tetapi juga agar roda pemerintahan tetap berputar lurus meski setirnya sempat beda arah.

Kini masyarakat bisa menikmati Alun-Alun dengan nyaman dan aman. Sebanyak 25 titik CCTV dipasang, bukan hanya untuk menekan kriminalitas, tapi juga memastikan setiap sudut ruang publik tetap tertib, transparan, dan terpantau.

Fasilitas pun lengkap: amphitheater, WiFi gratis, taman bermain anak, area lansia, ruang baca, layanan kesehatan, hingga pusat informasi. Sebuah simbol bahwa ruang publik selalu bisa disatukan, berbeda dengan ruang kekuasaan yang kadang perlu sekat.

Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kebersihan dan tidak merusak taman. Sekitar 60 personel kebersihan disiapkan.

“Kami mohon masyarakat ikut menjaga. Jangan menginjak taman, jangan buang sampah sembarangan, supaya Alun-Alun ini awet,” ujarnya.

Terkait penggunaan Alun-Alun untuk berbagai event, Arif menjelaskan bahwa sesuai Surat Edaran Bupati, kawasan ini masih dalam tahap pemeliharaan. Artinya, tidak semua kegiatan bisa langsung masuk, berbeda dengan dinamika politik yang kadang tanpa masa pemeliharaan.

Untuk PKL, DLHK memastikan akan ada penataan ulang. Namun untuk sementara, kawasan tetap disterilkan demi persiapan upacara. Rapi dulu di depan, urusan lain bisa menyusul.

Alun-Alun akhirnya dibuka. Seng disingkirkan. Publik kembali tersenyum. Tinggal satu pertanyaan yang tersisa di udara Sidoarjo, apakah yang terbuka hanya ruang publik atau juga ruang komunikasi di pucuk kepemimpinan?