HeadlineJatim

Sebulan Terendam, Warga Alam Mutiara Sidoarjo Hidup di Atas Lumpur Licin: Banjir Tak Surut, Korban Terus Berjatuhan

×

Sebulan Terendam, Warga Alam Mutiara Sidoarjo Hidup di Atas Lumpur Licin: Banjir Tak Surut, Korban Terus Berjatuhan

Sebarkan artikel ini
Kondisi genangan air di Alam Mutiara telah berubah berwarna hijau, berlumut dan sangat licin / Foto : Hermawan

KaMedia – Lebih dari sebulan air banjir menggenangi kawasan Perumahan Alam Mutiara, Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Bukan hujan deras semata penyebabnya. Banjir yang tak kunjung surut ini disebut warga sebagai dampak langsung proyek rumah pompa di Kedungpeluk yang mangkrak dan belum berfungsi, sehingga aliran air ke Sungai Kedungpeluk tersendat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang airnya cepat surut, kini genangan bertahan berminggu-minggu dengan ketinggian mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Jalan lingkungan berubah menjadi jalur berbahaya—berlumut, licin, dan siap menjatuhkan siapa pun yang lengah.

“Banyak warga jatuh, baik yang jalan kaki maupun naik motor. Jalannya licin sekali,” kata Nurhadiono, Ketua RW Perumahan Alam Mutiara, dengan nada lelah, Rabu ( 7/1/2025)

Ironisnya, Nurhadiono tak hanya menjadi saksi, tetapi juga korban. Saat hendak beraktivitas, ia terpeleset dan terjatuh. Ponsel yang menjadi alat komunikasi utamanya rusak parah akibat terendam air.

“Saya mengalami sendiri. Jatuh, dan handphone saya rusak parah,” ujarnya singkat.

Kejadian serupa terus berulang. Hampir setiap hari, ada saja warga yang terpeleset. Tidak ada rambu peringatan, tidak ada solusi darurat. Warga hanya bisa saling mengingatkan dan berharap tidak menjadi korban berikutnya.

Wawan, warga setempat, menyebut kondisi ini sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Ia menyaksikan langsung seorang ibu yang hendak mengantar anaknya ke sekolah terjatuh karena motornya terpeleset.

“Ibunya jatuh, anaknya ikut basah. Motor terguling. Itu anak mau sekolah. Kasihan,” katanya.

Menurut Wawan, banjir yang dibiarkan berlarut-larut ini ibarat bom waktu. Setiap hari, potensi korban baru terus mengintai, dan risikonya bisa jauh lebih fatal.

“Coba bayangkan kalau yang jatuh itu orang tua, atau yang punya penyakit jantung. Airnya masih setinggi 30 sampai 40 sentimeter. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Warga mengaku tak memiliki banyak pilihan. Aktivitas tetap harus berjalan, bekerja, sekolah, berobat, meski harus melintasi genangan air yang licin dan berisiko. Mereka berharap kondisi ini tidak lagi dianggap sepele.

“Semoga ini benar-benar dilihat dan ditangani oleh Pemkab Sidoarjo. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa,” pungkas Wawan.

Hingga kini, warga Perumahan Alam Mutiara masih bertahan di tengah genangan, menunggu kepastian kapan proyek rumah pompa Kedungpeluk rampung dan air bisa kembali mengalir. Setiap hari banjir bertahan, setiap hari pula keselamatan warga dipertaruhkan.

Headline

KaMedia – Sidoarjo kembali lumpuh oleh banjir. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak Kamis (25/12) membuat sedikitnya sepuluh desa terendam air, memaksa warga bertahan di rumah yang dikepung genangan,…