KaMedia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo masih melakukan observasi lebih lanjut terkait pasien dugaan keracunan makanan bergizi yang kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga Rabu (9/9), penyebab pasti kondisi tersebut belum dapat dipastikan karena masih diperlukan penelusuran terhadap berbagai faktor lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati, mengatakan terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam kasus gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan pangan.
” Yang pasti tentunya kehidupan harus menjaga kesehatan. Karena kan pasti yang paling mungkin untuk menimbulkan permasalahan kan pasti bisa dari air, bisa dari bahan bakunya,” ujar Lakhsmie saat memberikan keterangan, Rabu (9/9 )
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang berpotensi memicu masalah kesehatan, yakni air, bahan baku pangan, dan kebersihan lingkungan.
Dalam kasus gangguan pangan, Lakhsmie menyebut sejumlah bakteri yang kerap ditemukan, di antaranya Staphylococcus aureus, E. coli, dan Bacillus.
Selain faktor lingkungan, Dinkes juga menyoroti kemungkinan adanya ketidakpatuhan pasien dalam menjalani proses pemulihan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasien kembali mengalami gangguan kesehatan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
” Ya bisa jadi. Harusnya dia minum obat, tidak minum obat. Harusnya dia istirahat, malah mainan HP. Harusnya mungkin pembersihan tempat itu tidak dibersihkan,” terang Lakhsmie.
Meski demikian, Dinkes Sidoarjo menegaskan belum dapat memastikan bahwa seluruh kasus yang muncul berasal dari sumber yang sama.
“Masih kita tinjau, karena kan kalau dilihat dari itu kan ya agak jauh gitu ya. Observasi lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara terkait kasus serupa yang terjadi di luar wilayah Sidoarjo, Lakhsmie memilih untuk tidak memberikan komentar.
Hingga kini, Dinkes Sidoarjo masih melanjutkan pemantauan dan observasi guna memastikan sumber permasalahan sekaligus mencegah bertambahnya pasien yang kembali harus menjalani perawatan di rumah sakit.











