HeadlineSurabaya

Pulang Dengan Kehormatan: Kisah Para Sikatan Penjaga Batas Negeri

×

Pulang Dengan Kehormatan: Kisah Para Sikatan Penjaga Batas Negeri

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 444 prajurit Yonif 500/Sikatan akhirnya kembali. Setelah hampir 12 bulan menjaga perbatasan RI–PNG di Kabupaten Intan Jaya, Papua / Foto : Kodam V Brawijaya

KaMedia – Di Dermaga Madura, Koarmada II Ujung Surabaya, Sabtu pagi itu (14/02/2026), angin laut berembus pelan. Di antara deru kapal dan barisan seragam loreng yang berdiri tegap, ada satu hal yang tak kasatmata, rasa lega yang bercampur haru.

Sebanyak 444 prajurit Yonif 500/Sikatan akhirnya kembali. Setelah hampir 12 bulan menjaga perbatasan RI–PNG di Kabupaten Intan Jaya, Papua, mereka menuntaskan tugas sebagai Satgas Pamtas Mobile, membawa pulang cerita tentang hutan lebat, medan terjal, dan malam-malam panjang yang tak selalu sunyi.

Upacara purna tugas dipimpin langsung oleh Kasdam V/Brawijaya, Zainul Bahar, yang membacakan amanat Panglima TNI. Dalam setiap kalimat yang terucap, terselip penghargaan atas dedikasi dan profesionalisme para prajurit yang menjaga kedaulatan negara di ujung timur Indonesia.

Namun di balik formalitas upacara, ada kisah yang lebih dalam. Di Intan Jaya, mereka tak hanya berjaga. Satgas melaksanakan operasi penindakan dan pembersihan terhadap kelompok bersenjata, menguasai kampung-kampung strategis, serta mendirikan titik-titik kuat pengamanan. Setiap langkah adalah pertaruhan, antara tugas, risiko, dan keyakinan bahwa negara harus tetap berdiri utuh.

Dari 450 personel yang diberangkatkan, 444 kembali lengkap dalam barisan. Satu prajurit gugur. Lima lainnya menanggung luka tembak. Angka-angka itu disebut dalam laporan resmi, tetapi bagi rekan-rekannya, mereka adalah nama, adalah sahabat, adalah keluarga yang pernah berbagi tawa di sela tugas.

Ketika kapal sandar dan sepatu-lapangan itu kembali menjejak tanah Surabaya, sebagian prajurit menatap langit sejenak. Ada yang langsung mencari wajah orang tua di kerumunan. Ada yang memeluk anak yang mungkin kini sudah lebih tinggi dari saat ia berangkat.

Purna tugas bukan sekadar seremoni. Ia adalah jeda, sebelum tugas berikutnya datang. Pengalaman operasi di perbatasan diyakini akan menempa mentalitas tempur, memperkuat profesionalisme, dan menjaga kesiapsiagaan mereka sebagai prajurit.