KaMedia – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Anak perusahaannya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), berhasil menyelesaikan proyek energisasi East Coast Rail Link (ECRL) Feeder Station 01 di Tunjung, Kelantan, Malaysia, 15 hari lebih cepat dari target yang ditetapkan, yakni 31 Januari 2026.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Tenaga Switchgear (TSG), selaku Project Delivery Partner (PDP), serta Tenaga Nasional Berhad (TNB), pemilik jaringan. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi PLN NP Group dalam memperluas kiprah global, terutama di proyek elektrifikasi transportasi berkelanjutan.
Bukti Kompetensi Global Anak Bangsa
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan kapabilitas engineering dan konstruksi anak bangsa yang setara standar internasional.
“Penyelesaian lebih cepat dari target membuktikan bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan sekadar pencapaian bisnis, tapi kebanggaan nasional,” ujar Ruly.
Sementara itu, Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri, menyoroti bahwa proyek ECRL ini menjadi fondasi ekspansi global perusahaan.
“Capaian ini mencerminkan profesionalisme dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global,” tutur Djarot.
Proyek Strategis Elektrifikasi Kereta Listrik
Dalam proyek ini, PLN NPC mengerjakan design and build untuk elektrifikasi ECRL Feeder Station, mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL) dan Underground Cable sepanjang 3 km, serta pekerjaan pendukung lainnya. Proyek ini merupakan bagian dari sistem elektrifikasi jalur ganda sepanjang 665 km, menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
ECRL sendiri merupakan proyek kereta api listrik yang sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo. Jaringan ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 1 juta ton CO₂ per tahun setelah beroperasi pada 2027, sekaligus memperkuat konektivitas antara Pantai Timur dan wilayah tengah Semenanjung Malaysia.
Sebagai bagian dari konsorsium EPCC, PLN NP bertugas mengadakan peralatan utama, sementara PLN NPC mengeksekusi konstruksi dan komisioning. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pembangkitan dan transmisi, PLN NPC menghadirkan solusi EPC komprehensif mulai dari pembangkit listrik, transmisi, gardu induk, hingga program peningkatan keandalan (Availability Improvement Program).
Portofolio energi hijau PLN NP Group yang mencakup tenaga air, panas bumi, dan surya semakin memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung transisi energi dan agenda ESG di tingkat regional.
Pijakan Strategis Menuju Ekspansi Global
Keberhasilan proyek ECRL ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Nusantara Power untuk terus memperluas portofolio proyek internasional serta memperkuat posisi sebagai mitra konstruksi ketenagalistrikan kompetitif, terpercaya, dan berdaya saing global.
Dengan prestasi ini, PLN NP bukan hanya menorehkan capaian bisnis, tetapi juga menegaskan bahwa Indonesia siap bersaing di level global dalam proyek strategis energi dan transportasi berkelanjutan.











