KaMedia – Politik yang berpihak dan menyentuh sisi kemanusiaan kembali ditegaskan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya. Melalui peluncuran Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas, PKS menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan sosial serta pemenuhan hak-hak kelompok rentan dan penyandang disabilitas di Kota Pahlawan.
Peluncuran gerakan ini digelar di Surabaya, Minggu (28/12), dan dihadiri jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Surabaya, Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, kader, komunitas pendamping disabilitas, serta perwakilan tokoh masyarakat. Hadir langsung Ketua DPD PKS Kota Surabaya M. Frimainto Utomo, Sekretaris Ibrahim Al Hanif, Bendahara Andriyanto, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo, Sekretaris Fraksi Aning Rahmawati, serta Anggota Fraksi Johari Mustawan.
Ketua DPD PKS Kota Surabaya, M. Frimainto Utomo, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa masih banyak warga Surabaya yang menghadapi keterbatasan akses, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga ruang publik yang belum sepenuhnya ramah bagi semua.
“Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas ini kami hadirkan sebagai ikhtiar politik dan sosial PKS Kota Surabaya agar saudara-saudara kita yang rentan dan penyandang disabilitas mendapatkan perhatian, perlindungan, serta kesempatan yang setara,” ujar Frimainto.
Pria yang akrab disapa Bung Tomo ini menegaskan bahwa PKS tidak ingin berhenti pada wacana. Menurutnya, keberpihakan politik harus diwujudkan melalui kerja nyata, mulai dari advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai elemen.
“Kami ingin Surabaya menjadi kota yang ramah, inklusif, dan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik, ekonomi, atau kondisi sosial,” tambahnya.
Lebih jauh, Bung Tomo menekankan bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas merupakan panggilan nurani yang tidak bisa ditunda. Baginya, politik seharusnya hadir untuk merangkul, bukan meninggalkan.
“Menyayangi kelompok rentan dan disabilitas bukan sekadar program, tapi soal kemanusiaan. Mereka adalah saudara kita, warga Surabaya yang punya hak yang sama untuk hidup layak, dihormati, dan dilibatkan dalam pembangunan kota,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang BPRMD DPD PKS Kota Surabaya, Rahmawati, menjelaskan bahwa gerakan ini akan diterjemahkan ke dalam sejumlah program konkret. Di antaranya pendampingan komunitas disabilitas, edukasi publik tentang pentingnya inklusivitas, serta penguatan peran legislator PKS dalam mendorong kebijakan daerah yang berpihak pada kelompok rentan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian bersama.
“Kalau kota ini ingin maju, maka semua harus diajak berjalan bersama. Jangan sampai ada air mata yang jatuh karena merasa ditinggalkan. PKS akan terus berdiri bersama mereka yang sering belum didengar suaranya,” ujarnya.
Melalui Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas, PKS Kota Surabaya berharap dapat membuka ruang kolaborasi antara partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya satu: menghadirkan Surabaya yang lebih peduli, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh warganya, tanpa terkecuali.











