KaMedia – Upaya memperluas akses layanan transportasi publik terus dikembangkan Dishub Jatim, salah satunya dengan membuka koridor 6 yang melayani rute Sidoarjo – Mojokerto.
Kadishub Jatim Nyono menyampaikan, koridor 6 akan melintas dari Porong Sidoarjo, Kejapanan, Mojosari dan berakhir di Terminal Kertajaya Mojokerto. Dalam waktu dekat menurut Nyono, koridor 6 akan diresmikan oleh Gubernur Jatim.
” Ada penambahan koridor 6 Insya Allah akan di launching gubernur pada bulan Mei itu jurusan Sidoarjo – Mojokerto ” ujar Nyono.
Keberadaan koridor 6 nantinya akan diisi dengan 15 bus, dimana ada 7 yang berangkat dari Sidoarjo dan 7 lainnya di Mojokerto. Sementara sisa 1 akan difungsikan sebagai cadangan. Nantinya akan ada 40 halte atau titik pemberhentian yang dilalui Trans Jatim koridor 6 . Operasional Trans Jatim rute Sidoarjo – Mojokerto akan dimulai pukul 05.00 pagi hingga 21.00 malam.
” Ada 40 halte dan ada 15 Bus Trans Jatim yang kita siapkan. Sementara untuk jam dimulai jam 05.00 pagi sampai terakhir Jam 9 malam ” lanjut Nyono.
Sementara untuk Trans Jatim rute Sidoarjo – Surabaya Nyono menyampakan telah melakukan kajian untuk melewati rute barat. Hal ini sebagai upaya menghindari benturan dengan pihak Pemkot Surabaya yang juga mempunyai sarana transportasi yang sama.
” Berdasarkan kajiannya itu sudah kita lakukan dari Sidoarjo ke Surabaya kami akan berusaha lewat barat. Melewati Krembung, Krian, kemudian lewat Legundi Gresik, Driyorejo dan berakhir di Karangpilang ” tambah Nyono.
Menurut Nyono jalur alternatif ini dipilih karena Trans Jatim tidak bisa melewati akses Jalan Ahmad Yani. Sehingga Dishub Jatim mencari jalur yang bebas dari benturan dengan sarana tranaportasi publik di Surabaya.
” Kenapa tidak bisa karena tidak segampang itu untuk mengoperasikan Trans. Jatim. Karena ada mikrolet yang masih beroperasi, ada angkutan yang masih yang lama masih beroperasi. Nah kita tidak boleh.Kita akan berusaha untuk masuk lewat jalur barat. Namun kita tidak. masuk Joyoboyo karena nanti disemprit sama bus merah atau wirawiri itu ” pungkas Nyono.











