HeadlineKesehatanSurabaya

Lutut Lebih Nyaman, Pindah Kursi Lebih Aman: Inovasi ITS Bantu Lansia Tetap Aktif

×

Lutut Lebih Nyaman, Pindah Kursi Lebih Aman: Inovasi ITS Bantu Lansia Tetap Aktif

Sebarkan artikel ini
Tim mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi yang cukup unik untuk mengatasi masalah nyeri lutut / Foto : Humas ITS

KaMedia – Bagi lansia, nyeri lutut dan keterbatasan bergerak bukan sekadar gangguan kecil. Aktivitas sederhana seperti berdiri, berjalan, hingga berpindah dari kursi pun bisa menjadi tantangan. Melihat persoalan tersebut, tim mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan dua inovasi yang dirancang untuk membuat aktivitas lansia menjadi lebih nyaman dan aman.

Dua inovasi itu bernama AngetKnee dan Elevaid Chair. Keduanya dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi mekanik, tetapi memiliki fungsi berbeda. AngetKnee ditujukan untuk membantu meredakan keluhan pada lutut, sementara Elevaid Chair membantu proses perpindahan pasien tanpa harus banyak mengangkat tubuh secara manual.

AngetKnee hadir dalam bentuk perangkat yang dapat dikenakan di lutut. Alat ini menggabungkan tiga fungsi sekaligus, yakni penyangga lutut, terapi panas, dan terapi getaran.

Ketua tim pengembang, Maulana Yusuf Izzuddin ST MEng, mengatakan ketiga fungsi tersebut sengaja dipadukan agar perangkat terapi menjadi lebih praktis digunakan.

“Kami ingin menggabungkan fungsi penyangga, terapi panas, dan getaran dalam satu perangkat yang ringkas dan portabel,” jelas Yusuf.

Tak sekadar mengandalkan kabel dan perangkat terpisah, komponen AngetKnee seperti heater pad, modul getar, sensor suhu, mikrokontroler, baterai, hingga rumah elektronik dirancang dalam sistem nirkabel

Tim kemudian menguji perangkat dengan beberapa kombinasi suhu dan intensitas getaran. Hasil pengujian menunjukkan kombinasi suhu 42°C dan getaran level 2 memberikan respons paling baik dari pengguna.

Temuan tersebut menjadi salah satu pijakan bagi tim untuk terus menyempurnakan pengaturan suhu dan intensitas getaran agar AngetKnee semakin nyaman digunakan.

Jika AngetKnee berfokus pada lutut, Elevaid Chair menyasar persoalan lain yang tak kalah penting: bagaimana membantu pasien berpindah posisi dengan lebih mudah.

Kursi ini dilengkapi mekanisme naik-turun elektrik menggunakan linear actuator. Pengguna dapat mengatur ketinggian kursi secara bertahap melalui saklar DPDT.

Dengan mekanisme tersebut, pendamping tidak perlu terlalu banyak mengandalkan tenaga fisik ketika membantu pasien berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya.

“Elevaid Chair dirancang untuk mengurangi kebutuhan mengangkat tubuh pasien secara manual saat proses transfer,” ujar Yusuf, yang juga merupakan dosen Departemen Teknik Mesin ITS.

Dalam pengujiannya, Elevaid Chair dicoba dengan variasi beban 55, 70, dan 90 kilogram serta ketinggian transfer 45, 55, dan 65 sentimeter.

Hasilnya, berat pasien menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja alat. Pada beban sekitar 55 kilogram, proses transfer berlangsung paling lancar. Sementara ketika beban mendekati 90 kilogram, kelancaran transfer menurun dan guncangan meningkat.

Temuan dari pengujian tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan kedua inovasi

Untuk AngetKnee, tim masih akan meningkatkan sistem kontrol suhu dan getaran. Sementara Elevaid Chair akan dikembangkan dari sisi kapasitas aktuator, kekuatan struktur, kestabilan, hingga upaya mengurangi guncangan.

” Hasil pengujian menjadi dasar kami untuk menyempurnakan alat agar semakin aman dan sesuai kebutuhan pengguna,” papar Yusuf.

Lewat AngetKnee dan Elevaid Chair, teknologi mekanik yang biasanya identik dengan mesin dan industri kini diarahkan untuk menjawab persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana membuat lansia lebih nyaman bergerak dan membuat pendamping lebih mudah membantu mereka.

Inovasi tersebut sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Headline

KaMedia – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berkomitmen wujudkan visinya untuk menjadi kampus yang berdampak bagi masyarakat luas. Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi…