HeadlineJatimPemerintahan

Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya Dilepas, Gubernur Khofifah Titip Pesan Jaga Kesehatan dan Kekhusyukan Ibadah

×

Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya Dilepas, Gubernur Khofifah Titip Pesan Jaga Kesehatan dan Kekhusyukan Ibadah

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Suasana haru dan penuh doa menyelimuti Asrama Haji Sukolilo Surabaya saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas Kloter 116, kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya tahun 1447 H/2026 M, Kamis (21/5).

Sebanyak 370 jamaah diberangkatkan dalam kloter penutup ini, terdiri dari 163 jamaah laki-laki dan 207 jamaah perempuan. Mereka didampingi empat petugas kloter, dua Petugas Haji Daerah (PHD), serta tiga petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang.

Dengan penuh harap, Khofifah memimpin pelepasan jamaah seraya memanjatkan doa agar seluruh calon tamu Allah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas,” ujar Khofifah.

“Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Kloter terakhir ini juga menghadirkan kisah lintas generasi. Jamaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sementara jamaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Kota Surabaya yang baru berusia 21 tahun.

Khofifah menjelaskan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah 44.080 jamaah dan petugas. Rinciannya meliputi 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, 162 Petugas Haji Daerah, dan 140 PIH KBIHU.

Menurutnya, jumlah tersebut menjadikan Embarkasi Surabaya sebagai embarkasi dengan jumlah jamaah terbanyak di Indonesia.

“Jamaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Timur mendapatkan tambahan 8.000 jamaah haji karena antreannya paling panjang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pelayanan di asrama haji hingga proses pemberangkatan menuju Tanah Suci.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji,” ucapnya.

Tak hanya itu, Khofifah turut menyampaikan doa bagi jamaah yang belum dapat berangkat akibat kondisi kesehatan. Hingga saat ini tercatat 38 jamaah menunda keberangkatan, sementara 13 jamaah dilaporkan wafat di Arab Saudi.

“Hingga saat ini terdapat 38 orang jamaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan kami turut berduka cita atas wafatnya 13 orang jamaah haji di Arab Saudi,” katanya.

Menutup sambutannya, Khofifah mengingatkan para jamaah untuk menjaga kesehatan, menjaga kekhusyukan ibadah, dan menaati seluruh aturan selama berada di Tanah Suci.

“Kita berharap semuanya diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan,” ujarnya.

“Mohon didoakan semoga Indonesia aman damai, Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai,” pungkasnya.