KaMedia – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, perhatian terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Surabaya semakin menguat. Di tengah aktivitas kota yang kian padat, berbagai persoalan mulai menjadi perhatian bersama, mulai dari keamanan jalan raya, parkir liar, balap liar, hingga ancaman kejahatan digital yang menyasar anak-anak dan remaja.
Melihat kondisi itu, DPRD Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya mulai mempererat koordinasi untuk memastikan Kota Pahlawan tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.
Komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan antara pimpinan DPRD Surabaya dengan jajaran Polrestabes Surabaya, Kamis (21/5/2026). Suasana audiensi berlangsung hangat dan terbuka, namun penuh pembahasan serius mengenai berbagai persoalan yang kini dirasakan warga.
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah perlindungan anak di era digital. Perkembangan teknologi dinilai membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru yang tidak bisa dianggap sepele. Anak-anak kini semakin rentan terhadap kekerasan siber, perundungan digital, hingga pengaruh negatif media sosial.
Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin, menegaskan bahwa menjaga generasi muda bukan hanya tugas keluarga atau sekolah semata. Menurutnya, pemerintah dan aparat keamanan harus hadir memberikan perlindungan melalui pengawasan serta edukasi yang berkelanjutan.
“Anak-anak adalah masa depan kota ini. Di era digital seperti sekarang, ancaman terhadap mereka semakin kompleks sehingga perlu perhatian serius bersama,” ujar Syaifuddin usai pertemuan.
Selain isu perlindungan anak, pembahasan juga menyoroti keresahan masyarakat terkait kondisi jalan raya di Surabaya. Praktik parkir liar, pelanggaran lalu lintas, hingga aksi balap liar dinilai mulai mengganggu kenyamanan warga, terutama di titik-titik padat aktivitas.
Keberadaan juru parkir liar juga menjadi perhatian karena kerap memicu kemacetan sekaligus menimbulkan keluhan masyarakat terkait pungutan yang tidak jelas.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, memastikan pihaknya siap mendukung langkah penertiban bersama pemerintah kota. Ke depan, kepolisian akan melakukan pemetaan wilayah rawan pelanggaran dan memperkuat pengawasan di lapangan.
“Masalah parkir dan ketertiban akan dibahas lebih teknis ke depan. Prinsipnya, semua pihak ingin Surabaya lebih tertib, aman, dan masyarakat merasa nyaman,” kata Luthfie.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga kota sebesar Surabaya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan rasa aman dan tenang.
Di tengah perkembangan Surabaya sebagai kota metropolitan yang terus tumbuh, warga tentu berharap kemajuan kota tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari hadirnya ruang hidup yang aman, tertib, dan ramah bagi semua kalangan.











