KaMedia – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor Green and Smart Port di Indonesia. Pelabuhan modern ini secara marathon menjalani evaluasi dan verifikasi teknis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025–2026 bersama Tim Evaluator Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Dalam uji petik yang berlangsung pada awal September 2026 ini, tim verifikator menyisir empat pilar utama pengelolaan lingkungan di kawasan TTL yaitu pngendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan pengelolaan sampah domestik.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkesinambungan TTL dalam mendukung target nasional Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa kepatuhan lingkungan hidup bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan pilar utama strategi bisnis perusahaan.
”Bagi manajemen TTL, pengelolaan lingkungan dan operasional pelabuhan harus berjalan beriringan. Komitmen ini kami buktikan melalui penyediaan infrastruktur lingkungan yang andal, mulai dari fasilitas pengolahan air limbah hingga penggunaan peralatan operasional berbasis listrik (eco-power) guna menekan emisi karbon secara signifikan,” jelas Syukur.
Hasil verifikasi lapangan menunjukkan tingkat ketaatan regulasi yang solid dari pihak pengelola. Beberapa inovasi hijau unggulan yang menjadi pendorong utama antara lain:
Sistem Festronik: Pengelolaan limbah B3 yang terpantau secara transparan dan digital. IPAL Domestik Presisi: Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dilengkapi fasilitas flowmeter terintegrasi.
Reduksi Sampah 71,86%: Keberhasilan menekan volume sampah domestik secara signifikan melalui digitalisasi perkantoran bebas kertas (paperless office) dan pengomposan mandiri
Monitoring Kualitatif Berkala: Pemantauan kualitas secara konsisten di 11 titik air laut serta 7 titik udara ambien dan kebisingan di lingkungan pelabuhan hingga permukiman sekitar.
Rangkaian capaian teknis ini memantapkan langkah TTL untuk mengamankan Predikat PROPER Biru pada periode penilaian tahun ini.
Ketua Tim Verifikasi KLH/BPLH, Teguh Irawan, menyampaikan apresiasi atas transparansi dan kesiapan manajemen TTL sepanjang proses audit lingkungan.
”Kami sangat menghargai kolaborasi dan keterbukaan dari manajemen TTL. Kami optimistis implementasi pengelolaan lingkungan di area TTL akan membuahkan hasil yang maksimal serta mencerminkan tingkat ketaatan yang tinggi terhadap regulasi,” ungkap Teguh.
Melalui penerapan standar operasional yang ramah lingkungan dan efisien, Terminal Teluk Lamong terus membuktikan bahwa pertumbuhan industri maritim dapat berdampingan secara harmonis dengan kelestarian ekosistem dan alam.











