HeadlineJatim

Kepungan Bara TPA Supit Urang, Gubernur Khofifah Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Dorong Operasi Water Bombing

×

Kepungan Bara TPA Supit Urang, Gubernur Khofifah Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Dorong Operasi Water Bombing

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Minggu (25/10). Dalam tinjauan tersebut, Khofifah mengapresiasi kerja keras tim gabungan sekaligus menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas utama di tengah tingginya risiko pemadaman sampah.

​Kebakaran yang melanda area sekitar 15,5 hektare sejak Rabu (21/10) ini membutuhkan penanganan ekstra. Meski permukaan sampah sudah disiram, kepulan asap masih membubung tinggi karena bara api bersembunyi di bagian dalam timbunan sampah yang tidak stabil.

” Terima kasih kepada para relawan yang sangat luar biasa. Mereka menanggung risiko berat karena kondisi lapangan yang bisa ambles sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pemadaman harus mengutamakan keselamatan personel dan timbunan sampah perlu diurai terlebih dahulu agar air bisa menjangkau sumber panas,” ujar Khofifah.

​Guna mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau secara manual, Pemprov Jatim mengerahkan dukungan operasi udara atau water bombing. Berdasarkan data BPBD Jatim per Minggu (25/10) pukul 18.00 WIB, helikopter PK-DBM telah melakukan 21 kali pengeboman air dengan total 21.000 liter air yang disebar dalam tiga sortie penerbangan.

​Khofifah mengungkapkan, mendapatkan bantuan water bombing saat ini tidaklah mudah karena armada harus dibagi dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai gunung di Jawa Timur

​Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jatim yang mengarahkan bantuan udara ke TPA Supit Urang. Wahyu menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sisi selatan yang dengan cepat merambat akibat angin kencang. Dugaan unsur kesengajaan pembakaran untuk pembukaan lahan kini tengah diselidiki oleh Polresta Malang Kota.

Penanganan TPA Supit Urang menjadi bagian dari langkah komprehensif Pemprov Jatim dalam mengendalikan kebakaran di tengah musim kemarau ekstrem. Dinas Kehutanan Jatim mencatat luasan kawasan hutan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 30 September 2026 telah mencapai 11.448,63 hektare, yang tersebar di sejumlah kawasan seperti, TN Bromo Tengger Semeru 3.531 hektare, TN Baluran 3.075,23 hektare, Kawasan BBKSDA Jatim 1.993,50 hektare, Perum Perhutani Divre Jatim 1.929,77 hektare, dan Tahura Raden Soerjo 642,87 hektare (titik api baru terdeteksi sejak 13 Oktober).

Sebagai antisipasi, Pemprov Jatim telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla sejak 26 Mei 2026. Berbagai apel siaga, rakor mitigasi El Niño, hingga pengerahan Polhut dan relawan di lokasi terjal terus dioptimalkan.

​Selain upaya teknis di lapangan, Khofifah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan Salat Istisqa untuk memohon hujan, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026.

​”Ayo kita jaga bersama alam ini. Kalau kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” pungkas Khofifah.