Gaya HidupHeadlineSurabaya

KAI Daop 8 Surabaya Perkuat Ruang Aman di Kereta, Penumpang Diajak Berani Melapor Pelecehan Seksual

×

KAI Daop 8 Surabaya Perkuat Ruang Aman di Kereta, Penumpang Diajak Berani Melapor Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini
KAI Daop 8 Surabaya bersama komunitas pecinta kereta api, Sahabat Kereta menggelar kampanye edukatif bertajuk TalkActive: Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kereta Api di Stasiun Pasarturi Surabaya, Selasa (26/5) / Foto : KAI Sby

KaMedia – Komitmen menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman terus diperkuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Tak hanya fokus pada ketepatan waktu dan pelayanan, KAI kini semakin serius menghadirkan ruang publik yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Daop 8 Surabaya bersama komunitas pecinta kereta api Sahabat Kereta menggelar kampanye edukatif bertajuk TalkActive: Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kereta Api di Stasiun Pasarturi Surabaya, Selasa (26/5).

Suasana talk show berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah narasumber hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Kota Surabaya, Kasubnit PPA Polrestabes Surabaya, hingga jajaran Customer Care KAI Daop 8 Surabaya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan. Menurutnya, transportasi publik harus menjadi ruang yang aman bagi siapa pun, tanpa rasa takut atau khawatir.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan perjalanan yang saling menghormati. KAI tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kereta api,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, KAI juga menghadirkan fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi yang berdekatan dengan sesama perempuan saat memesan tiket.

Kehadiran fitur tersebut mendapat respons positif karena dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman lebih bagi pelanggan perempuan selama perjalanan.

Tak berhenti pada edukasi, KAI juga menerapkan sanksi tegas bagi pelaku pelecehan seksual. Pelaku dapat masuk daftar hitam atau blacklist sehingga dilarang menggunakan layanan kereta api selamanya.

Mahendro juga mengajak masyarakat untuk tidak diam jika melihat atau mengalami tindakan pelecehan seksual. Penumpang diminta segera melapor kepada petugas stasiun, kondektur, petugas keamanan, maupun melalui layanan pelanggan yang tersedia.

“Kami ingin korban maupun saksi merasa didengar dan dilindungi. Karena keberanian untuk melapor menjadi langkah penting dalam menghentikan kekerasan seksual di ruang publik,” tambahnya.

Melalui kampanye TalkActive, KAI berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh bahwa keamanan di transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Dengan saling peduli dan berani bertindak, perjalanan kereta api bukan hanya menjadi cepat dan nyaman, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi semua penumpang.